Sabtu, 25 April 2026

Pemekaran Papua

Ini Daftar Kabupaten yang Masuk DOB Provinsi Papua Selatan

Ini daftar kabupaten yang masuk ke Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua Selatan yang memiliki ibu kota di Merauke.

Tribun-Papua.com/Hidayatillah
Titik nol Kilometer (0-Km) Merauke-Sabang di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota yang menjadi perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Nugini (RI-PNG) - Ini daftar kabupaten yang masuk ke Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua Selatan yang memiliki ibu kota di Merauke. 

Kondisi geografis Kabupaten Boven Digoel yang terdiri dari banyak sungai kecil dan beberapa sungai besar membuat warganya banyak menggeluti sektor perikanan.

Selain itu, sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan pariwisata juga menjadi potensi daerah tersebut.

Baca juga: Mengenal Calon Provinsi Baru, Papua Tengah (Meepago)

Batas Wilayah

  • Utara: Kabupaten Nduga, Yahukimo, dan Kabupaten Pegunungan Bintang
  • Timur: Negara Papua Nugini
  • Selatan: Laut Arafura
  • Barat: Kabupaten Mimika dan Laut Aru

Suku di Provinsi Papua Selatan

Provinsi Papua Selatan mencakup wilayah adat Anim Ha yang merujuk pada Suku Marind.

Dilansir dari laman penghubung.papua.go.id, suku terbesar yang mendiami wilayah Papua Selatan adalah Marind Anim yang terdiri dari tujuh marga besar yaitu:

  • Gebze
  • Kaize
  • Samkakai
  • Ndiken
  • Mahuze
  • Balagaize
  • Basik-basik

Suku Marind Anim bermukim di selatan dari bagian bawah Sungai Digul, sebelah timur Pulau Yos Sudarso, dan bagian barat Sungai Maro (area kecil melewati Maro di bagian bawah, termasuk Merauke).

Suku Marind atau Malind memiliki kepercayaan terhadap dema, yaitu roh yang dipercaya bisa menjelma sebagai apa pun di alam ini, baik manusia, binatang, tumbuhan, atau batu.

Masyarakat Marind Anim masih mempertahankan pola kehidupan berburu, meramu, dan bercocok tanam.

Masyarakat Marind Anim sangat terkenal dengan makanan khas yang berasal dari olahan sagu yang juga menjadi sumber makanan pokok.

Tanaman sagu sangat menunjang kehidupan orang marind, sehingga mereka menganggap sagu sebagai ‘raja’ yang harus dihormati dan dipelihara.

Baca juga: Ini Daftar Daerah Merah KKB di Provinsi Baru, Papua Tengah

Itulah sebabnya sagu kerap digunakan dalam ritual peradilan adat, musyawarah dan perkawinan.

Masyarakat Marind Anim terkenal pandai meracik makanan khas yang berasal dari olahan sagu.

Mereka juga memanfaatkan pohon sagu untuk membuat perahu dan bahan bangunan rumah.

Suku lainnya yang berada di wilayah Anim Ha adalah Suku Asmat yang dikenal dengan hasil ukiran kayu yang unik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved