Info YPMAK

YPMAK Monitoring Penerima Beasiswa di Unipa Manokwari: Tak Boleh Melampaui 5 Tahun

Kalau ada yang masa studi melampaui ketentuan itu, maka secara otomatis YPMAK akan menghentikan pemberian beasiswa

Editor: M Choiruman
ISTIMEWA
MONEV - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) mahasiswa penerima beasiswa di Universitas Negeri Papua (UNIPA) Manokwari, Senin (4/7/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selalu pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) para mahasiswa penerima beasiswa yang menjalani pendidikan di Universitas Negeri Papua (UNIPA) Manokwari, Senin (4/7/2022).

YPMAK Gelar Pelatihan Pembuatan RAB dan LPJ untuk Pokja 5 Suku

Deputi Monev YPMAK, Kristianus Ukago di Manokwari mengatakan, kegiatan monitoring dan evaluasi dilaksanakan agar penerima beasiswa berjalan sesuai tujuan dan target yang diharapkan sesuai Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara YPMAK dan UNIPA sebagai mitra.

"Monitoring ini dilaksanakan setiap tahun untuk melihat langsung kondisi terkini anak-anak yang menerima beasiswa dari YPMAK yang mengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia," katanya.

Tahun ini, kata dia, ada 14 peserta program beasiswa yang terbagi dalam dua kelompok yaitu peserta 7 orang peserta beasiswa khusus dan 7 peserta beasiswa umum.

Gelar Workshop, YPMAK Bahas Pendataan 16 Aset Non Kritikal

Kepala Divisi Pendidikan YPMAK, Feri Uamang mengatakan ada beberapa syarat yang harus dipatuhi oleh peserta penerima beasiswa, terutama dalam hal masa studi.

Peserta, kata dia, tidak boleh melampaui masa studi yang ditentukan yakni untuk program strata satu (S1) maksimal lima tahun dan program diploma tiga maksimal tiga tahun.

"Kalau ada yang masa studi melampaui ketentuan itu, maka secara otomatis YPMAK akan menghentikan pemberian beasiswa kepada yang bersangkutan," kata Uamang.

Bekali Pengelolaan Dana Kemitraan Freeport, Ini yang Dilakukan YPMAK Kepada Pokja

Menurut dia, beasiswa yang disalurkan YPMAK sepenuhnya untuk mendukung pendidikan anak-anak asli Suku Amungme dan Suku Kamoro serta lima suku kekerabatan di Kabupaten Mimika. Namun harus sesuai dengan batas waktu studi yang sudah ditentukan.

Program beasiswa yang bersumber dari PT Freeport tersebut dimulai sejak 2007 saat YPMAK masih bernama Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), dengan kuota yang tersedia untuk 3.000 orang, mulai dari jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Kegiatan monev oleh Tim YPMAK dilanjutkan dengan diskusi dan kunjungan ke tempat tinggal para mahasiswa.

YPMAK Gelar Bimtek Pembuatan Laporan Program Kampung Tahap II kepada Masyarakat

Koordinator kerja sama pendidikan YPMAK-Unipa, Isak Semuel Erari menyebutkan Unipa siap jika diminta melakukan bimbingan khusus kepada mahasiswa penerima beasiswa untuk meningkatkan prestasinya.

"Fasilitas yang diterima melalui YPMAK sangat bagus, jika mahasiswa bersedia, dosen Unipa siap memberikan bimbingan khusus dalam program beasiswa ini," ujarnya.

Erari berharap program pemberdayaan bidang pendidikan yang diterima oleh anak asli Kamoro dan Amungme dapat dimanfaatkan dengan baik.

Selain bertemu mitra, tim Monev YPMAK juga berkesempatan untuk bertemu dengan perwakilan peserta beasiswa yang sempat hadir. Para peserta juga diminta mengisi quisioner yang telah disiapkan oleh tim. (**)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved