Pemekaran Papua

Klaim Surat Pemberitahuan Sampai ke Polisi, Petisi Rakyat Papua Kukuh Gelar Aksi Tolak DOB 14 Juli

Jhon mengatakan, aksi ini dilakukan lantaran posisi rakyat Papua mulai terancam atas hadirnya tiga daerah pemekaran tersebut. 

Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Petisi Rakyat Papua (PRP) tengah melakukan berbagai persiapan menjelang aksi nasional tolak UU Daerah Otonomi Baru (DOB) dan Otnomi Khusus (Otsus) di Papua, pada Kamis (14/7/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Petisi Rakyat Papua (PRP) tengah melakukan berbagai persiapan menjelang aksi nasional tolak UU Daerah Otonomi Baru (DOB) dan Otnomi Khusus (Otsus) di Papua, pada Kamis (14/7/2022).

Diketahui, aksi penolakan ini bukan hanya di Papua melainkan secara nasional di berbagai daerah.

PRP bertanggung jawab atas seruan penolakan DOB yang telah disahkan DPR pada 30 Juni 2022.

Kordinator lapangan (Korlap) Umum Aksi Nasional Tolak DOB dan Otsus, Jhon Giyai mengatakan, PRP sudah melaksanakan konsolidasi secara nasional. 

Baca juga: Petisi Rakyat Papua Bakal Gelar Aksi Nasional 14 Juli, Jefry Wenda: Kami Tolak Undang-undang DOB

"Kami sudah konsolidasi di Papua bahkan se Jawa-bali. Berhubungan dengan aksi ini, kami menyeruhkan kepada rakyat Papua untuk bersama-sama turun aksi melakukan demonstrasi, Kamis (14/7/2022)," kata Jhon dalam konferensi pers dihadiri Tribun-Papua.com, di Perumnas III Waena, Kota Jayapura, Selasa (12/7/2022).

Jhon mengatakan, aksi ini dilakukan lantaran posisi rakyat Papua mulai terancam atas hadirnya tiga daerah pemekaran tersebut. 

"Untuk aksi tanggal 14 besok, yang sudah konfirmasi di antaranya Wamena, Mimika, Sorong, Nabire kemudian Se Jawa-Bali," ujarnya. 

Berkaitan dengan aksi demonstrasi ini, khusus wilayah Mamta, PRP mengeklaim sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada Polda Papua dan Polres Jajaran. 

"Kami sudah layangkan pemberitahuan kepada Kapolresta Jayapura Kota dan Kapolres Jayapura (Sentani)," katanya. 

Menurutnya, Pihak kemanan sudah merespon dengan menyampaikan, sudah menerima surat pemberitahuan tersebut. 

Baca juga: Petisi Rakyat Papua Tolak UU Pemekaran Wlayah, Protes DPR: Galang Massa Aksi 14 Juli

"Pihak kemanan sudah terima surat itu. Kami tinggal menunggu tindak lanjut, aksi tetap dilakukan," tegasnya.  

PRP dengan tegas tetap pada pendirian, aspirasi rakyat tetap disuarakan. 

Sementara itu, Perwakilan Mahasiswa Papua Gerson Pigay mengatakan, pihaknya akan tetap mengawal aksi nasional ini. 

"Kami Mahasiswa adalah penyambung lidah rakyat. Maka aksi besok kami tetap kawal,karena itu kepentingan bersama," tandasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved