Pemilu 2024

Elite PDIP Beringas Gegara Menteri Kesayangan Jokowi Usulkan Duet Puan-Anies Capres: Ini Sosoknya

Petinggi PDI Perjuangan berang dan takterima orang lingkaran Jokowi terlalu maju menyebut Puan Maharani cocok dipasangkan dengan Anies Baswedan.

Tribunnews/Herudin
Ratusan kader PDI Perjuangan melakukan demonstrasi di depan kantor Polisi Resort (Polres) Metro Jakarta Timur, Kamis (25/6/2020). Aksi tersebut sebagai respon dari pembakaran bendera PDI Perjuangan yang dilakukan sejumlah peserta demonstrasi penolakan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan DPR Rabu (24/6/2020) kemarin. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Menteri kesayangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali jadi sasaran kemarahan elite PDI Perjuangan gegara melontarkan pernyataan kontroversial soal Pilpres 2024.

Petinggi PDI Perjuangan berang dan takterima orang lingkaran Jokowi terlalu maju menyebut Puan Maharani cocok dipasangkan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan maju sebagai Capres 2024.

Alasannya, menteri yang bertugas membantu kerja presiden, tidak etis mengurusi politik.

Menteri yang dimarahi itu adalah anak Jayapura, Bahlil Lahadalia yang kini menjabat Menteri Investasi/Kepala BKPM.

Baca juga: Lengserkan Megawati, Ini Sosok Calon Pengganti Ketua Umum PDI Perjuangan: Soekarnois dan Darah Biru

Ketua DPP PDI Perjuangan, Bambang Wuryanto berekasi keras atas pernyataan Bahlil Lahadalia.

Sebelumnya, Bahlil menyebut duet Puan Maharani dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan layak meneruskan kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilu 2024.

Usulan Bahlil tersebut sebelumnya disampaikan dalam rilis survei Indikator Politik Indonesia pada Senin (11/7/2022).

Dengan rasa kesal, Bambang Wuryanto lalu mempertanyakan posisi Bahlil yang berkomentar soal Pilpres 2024.

"Dasarnya kan dari survei dia, kalau statement seseorang, kita bicara Bahlil itu sebagai apa? Standing positionnya sebagai apa Bahlil?," kata Bambang di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/7/2022).

"Pak Bahlil sekarang standing positionnya adalah menteri investasi, BKPM, betul ya? Lah statement bahas capres-cawapres itu masuk akal enggak, ya itu mari kita coba dudukkan," sambungnya.

Pacul, sapaan Bambang Wuryanto lalu menyinggung Bahlil belum pernah ikut pemilihan untuk elektoral, pilkada, bahkan capres-cawapres. 

Karena itu, Pacul memandang pernyataan Bahlil tersebut sama dengan pendapat orang awam.

"Artinya dia belum pernah mengikuti proses elektoral yang diperintahkan oleh UU. Kalau begitu di mana dia keahliannya? Ya itu masih question marked, ngapain gothak gathuk? Kalau Bambang Pacul udah ikut terus bos, sombong dikit boleh lah," pungkasnya.

Dengan berang, Ketua Komisi III DPR RI itu kemudian menegaskan PDI Perjuangan belum menetapkan calon presiden.

Meski begitu, Bambang Pacul tak mempermasalahkan satu sosok dipasangkan dengan sosok lainnya. 

Sebab, menurutnya, penjodohan itu bagian dan kerja lembaga survei.

Baca juga: Eks Serdadu Ini jadi Menteri Terbaik, Kantongi Tiket Pilpres dan Siap Rebut Kursi RI1: Geser Jokowi

"Bicara pilpres, PDI Perjuangan belum punya calon hari ini, sampai hari ini belum menetapkan calonnya siapa. Dan untuk calonnya siapa, capres-cawapresnya siapa, ya Ibu Ketum," jelasnya.

"Jadi kalau orang bersurvei gothak gathukke, ini pasangan dengan ini, ini pasangan dengan ini ya monggo-monggo aja, namanya juga survei, itu bagian dari pekerjaan dia. Iya toh? monggo aja," pugkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Respons PDIP Soal Usulan Duet Puan-Anies di Pilpres: Bahlil Bicara Itu Sebagai Apa?,

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved