Rabu, 29 April 2026

Soroti Polemik Zulhas, Pengamat Singgung Konflik Kepentingan: Ada Harga yang Harus Dibayar Jokowi

Pengamat menilai aksi Zulhas bagi-bagi minyak goreng sambil kampanyekan putrinya jadi konsekuensi atas dipilihnya menteri dari kalangan elit politik.

KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/8/2017) - Pengamat politik Ujang Komarudin menilai aksi Zulhas bagi-bagi minyak goreng sambil kampanyekan putrinya jadi konsekuensi atas dipilihnya menteri dari kalangan elit politik. 

"Persoalannya, pemilihan menteri bukan karena bukan hanya kepentingan kerja saja, bukan bukan selalu kinerja, tetapi kepentingan akomodasi politik. Karena akomodasi politik? maka risikonya seperti itu," kata Ujang.

"Pak Jokowi butuh mengamankan di pemerintahan, Pak Zulhas juga butuh jabatan, butuh masuk pemerintahan biar sama-sama aman," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Zulhas banjir kritik karena membagi-bagikan minyak goreng sembari mengampanyekan putrinya, Futri Zulya Savitri.

Baca juga: Jokowi Ungkap Ada Perdana Menteri Memelas Minta Dikirimi Minyak Goreng: Beliau Meminta-minta Betul

Ini bermula dari acara pasar murah minyak goreng Minyakita yang digelar PAN di wilayah Kecamatan Teluk Betung Timur, Lampung, Sabtu (9/7/2022).

Di hadapan para warga, Zulhas mengatakan bahwa mereka tak perlu mengeluarkan uang untuk membeli Minyakita di pasar murah tersebut karena telah dibayar oleh putrinya. Minyak itu akan dibagikan cuma-cuma ke warga yang hadir.

Sebagai gantinya, warga diminta untuk memilih putri Zulhas yang kelak akan mencalonkan diri sebagai anggota legislatif PAN Dapil Lampung 1 di Pemilu 2024.

“Sudah bawa uangnya (untuk beli minyak goreng)? Uangnya enggak usah, dikantongi aja. Rp 10.000 yang nanggung Futri. Kasih uangnya. Tapi nanti pilih Futri ya? Oke?" kata Zulhas dikutip dari Kompas TV.

"Kalau pilih Futri nanti tiap 2 bulan ada deh (pasar murah) ginian. Cocok nggak?" ucap Zulhas disambut dengan sorak sorai dan tepuk tangan warga.

Baca juga: Alasan Luhut Perpanjang Sosialisai Pembelian Minyak Goreng Lewat PeduliLindungi Jadi 3 Bulan

Akibat aksi tersebut, kritik deras mengalir ke Zulhas. Tak hanya dikecam oleh elite partai lain, ulah Mendag itu bahkan berujung teguran presiden.

Presiden mengingatkan Zulhas agar fokus menurunkan harga minyak goreng curah yang hingga kini masih tinggi di sejumlah daerah.

"Kalau menteri perdagangan yang paling penting urus seperti yang saya tugaskan kemarin. Bagaimana menurunkan harga minyak goreng menjadi Rp 14.000 atau di bawah Rp 14.000. Paling penting itu, tugas dari saya itu," kata Jokowi di Pasar Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Selasa (12/7/2022). (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Polemik Zulkifli Hasan Bagi-bagi Minyak Sambil Kampanye, Konsekuensi Jokowi Pilih Ketum Partai Jadi Menteri

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved