Wisata Papua
Eksplorasi Biak Numfor, KKN PPM UGM Ikut Wor Fan Nanggi: Upacara Kebudayaan Masyarakat Setempat
Persiapan acara ini telah dimulai sejak seminggu sebelumnya untuk memastikan tidak ada hal yang terluput saat pelaksanaan upacaranya nanti.
Penulis: Immanuel Borotoding | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Tim KKN PPM UGM Biak Numfor 2022 terjun meliput persiapan hingga hari-H upacara kebudayaan lokal Kabupaten Biak Numfor pada tanggal 7 Juli 2022 yang dikenal dengan istilah Wor Fan Nanggi, Rabu (6/7/2022).
Sembilan orang diturunkan meliput kegiatan kebudayaan tersebut.
Upacara yang berlangsung di Kampung Bosnapraidi ini merupakan upacara yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam rangka mengucap syukur atas panen hasil kebun maupun laut seraya turut menghaturkan doa permohonan kepada pencipta untuk memberkati segenap alat-alat mata pencaharian dan hasil pencaharian.
Baca juga: Geotagging KKN-PPM UGM: 9 Destinasi Wisata Wajib Dikunjungi Wisatawan di Biak Numfor
Persiapan acara ini telah dimulai sejak seminggu sebelumnya untuk memastikan tidak ada hal yang terluput saat pelaksanaan upacaranya nanti.
Keesokan harinya, 9 orang Tim KKN PPM UGM Biak Numfor 2022 melanjutkan peliputan pelaksanaan.
Upacara dimulai dengan pembukaan daun barapen yang telah dimasak di atas batu.
Di balik daun barapen terdapat hasil-hasil panen seperti keladi ataupun ayam dan sayur yang sudah dimasukkan ke dalam bambu.
Selanjutnya hasil panen yang telah masak dikumpulkan dan ditaruh pada wadah yang telah disiapkan.
Bergulir ke acara selanjutnya, Bapak Ketua Jemaat setempat turut membuka upacara melalui doa dan dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, Bapak Onny Dangeubun.
Baca juga: 27 Film Dokumenter Dilombakan dalam Festival Film Papua di Biak
Dalam pidato sambutannya, Onny Dangeubun menyampaikan komitmen Dinas Pariwisata untuk mengawal Kampung Bosnapraidi sebagai pilar yang memberikan nilai kebudayaan Biak.
Kata sambutan lanjutan juga turut diberikan oleh Kepala Kampung Bosnapraidi.
Onny menyampaikan bahwa upacara Wor Fan Nanggi ini sudah menjadi tradisi yang dilakukan oleh para leluhur sebagai persembahan kepada sang pencipta sehingga harus dilakukan dengan jujur dan dibalut niat yang baik.
Sesudah pemberian kata sambutan, atraksi Wor Fan Nanggi turut mewarnai jalannya upacara. Atraksi terdiri tari-tarian yang diiringi oleh lagu yang dikhususkan pada acara ini.
Diawali dengan prakata pembuka dari pemimpin adat yang berisi ungkapan ajakan bersyukur dan peletakkan hasil panen di atas ‘para-para’.
‘Para-para’ ini merupakan podium yang dibuat di tengah lokasi untuk meletakkan hasil panen dan tempat menaikkan doa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/2372022kkn1.jpg)