Kongres Masyarakat Adat

Ketua Tungku Manggarai Berharap Kongres Masyarakat Adat Tak Ada Unsur Politik Jelang Pemilu 2024

Kami berharap dan semoga acara Kongres Masyarakat Adat Nusantara nanti benar-benar membahas masa depan masyarakat adat di Indonesia

Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
TAK ADA POLITIK - Ketua Tungku Manggarai Jayapura, Ignatius Hasim saat menyampaikan dukungan dan partisiapasi Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI (KMAN VI), Minggu (7/8/2022). Dia berharap acara yang akan dihadiri ribuan masyarakat adat dari seluruh Indonesia itu tidak ada muatan politik.   

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Ketua Tungku Manggrai di Jayapura, Provinsi Papua, Ignasius Hasim berharap Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI (KMAN VI) di Kabupaten Jayapura taka da muatan politik apapun.

Mengingat kegiatan yang akan dihadiri ribuan masyarakat adat dari seluruh Indonesia ini digelar menjelang pesta demokrasi, Pemilu 2024. Apalagi saat ini tahapan hajatan politik lima tahunan sudah berlangsung. 

Kesiapan Tempat Sarasehan Kongres Masyarakat Adat Nusantara di Jayapura Mencapai 70 Persen

“Kami berharap dan semoga acara Kongres Masyarakat Adat Nusantara nanti benar-benar membahas masa depan masyarakat adat di Indonesia,” kata Ignasius Hasim.  

Sekadar mengingat, Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI (KMAN VI) akan dilaksanakan 24-30 Oktober mendatang di Kabupaten Jayapura, serta dua kampung di Kota Jayapura.

Saat ini panitia lokal dan nasional sedang bekerja keras menyiapkan seluruh keperluan acara tersebut agar berjalan lancar, sukses dan sesuai harapan seluruh masyarakat adat di Indonesia.

Sambut Kongres Masyarakat Adat, Pemkot Jayapura Targetkan Wisman dari 33 Negara Menginap di Hotel

Kongres Masyarakat Adat Nusantara nanti dipusatkan di dua distrik, Distrik Sentani Kota dan Sentani Timur itu, menurut Ignatius Hasim, tetap mengarah pada semangat kekeluargaan.

Ia berharap, meski acara dilaksanakan menjelang tahun politik, baik Pemilihan Umum (Pemilu) legislative, Pilpres maupun Pilkada Gubernur, Bupati dan Wali Kota, tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk meraih keuntungan dari masyarakat adat.

"Ini moment anak bangsa yang tersebar dari berbagai daerah di Indonesia. Kalau kegiatan itu digiring dan menjadi kepentingan politik, tentu Kongres Masyarakat Adat Nusantara tidak akan bermakna lagi,” tegas Ignatius Hasim saat ditemui di Stadion Barnabas Youwe, Distrik Sentani Kota, Minggu (7/8/2022).

Persiapan Panitia Menuju Kongres Masyarakat Adat Nusantara Semakin Matang

Sebagai bagian masyarakat adat yang hidup di Papua khususnya Kabupaten Jayapura, Manggarai ikut memberikan dukungan pelaksanaan Kongres Masyatakat Adat Nusantara nanti bisa berjalan lancar.

Adapun Papua menjadi bagian dari anak nusantara, sehingga tidak mendikotomi penyempitan makna nusantara dari luar tetapi Papua sampai Aceh.

20 Unit Truk Disiapkan Atasi Sampah saat Kongres Masyarakat Adat Nusantara di Jayapura

Lanjut Igantius menjelaskan, masyarakat adat Manggarai berasal dari Nusa Tenggara Timur dibagi dalam tiga Kabupaten yaitu Manggarai Barat, Induk, dan Timur.

Namun di Jayapura masih dalam satu paguyuban yaitu Tungku Manggarai. Ia menjelaskan utusan masyarakat adat dari NTT akan ikut berpartisiapsi pada kongres. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved