Selasa, 14 April 2026

Wisata Papua

Wisata Papua: Mencicipi Papeda, Kuliner Khas Papua yang Tersohor

Papeda merupakan kuliner Papua yang paling ikonik dan tersohor. Terbuat dari sagu, papeda memiliki tekstur kental padat dengan rasa tawar.

Penulis: Astini Mega Sari | Editor: Astini Mega Sari
Tribunnews/Jeprima
Papeda yang disajikan dengan kuah kuning di restoran Kombrof, Jayapura, Papua, Selasa (28/9/2021) - Papeda merupakan kuliner Papua yang paling ikonik dan tersohor. Terbuat dari sagu, papeda memiliki tekstur kental padat dengan rasa tawar. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Papeda merupakan kuliner Papua yang paling ikonik dan tersohor.

Papeda biasa menjadi makanan pokok pengganti nasi.

Terbuat dari sagu, papeda memiliki tekstur kental padat dengan rasa tawar.

Baca juga: Wisata Papua: Mencicipi Kuliner Keladi Tumbuk Khas Bumi Cenderawasih

Makanan khas Papua, papeda bungkus dengan ikan kuah kuning, ikan suir, dan sayur melinjo pakis
Makanan khas Papua, papeda bungkus dengan ikan kuah kuning, ikan suir, dan sayur melinjo pakis (KOMPAS.COM/SYIFA NURI KHAIRUNNISA)

Biasanya papeda disantap dengan sejumlah lauk dan sayur.

Seperti ikan kuah kuning, sup ikan bening khas Papua, hingga tumisan daun pepaya.

Untuk cara memakannya, Anda bisa menggulung papeda dengan dua batang kayu seperti sumpit untuk menaruhnya di piring sebelum disantap.

Pengunjung wajib mencicipi papeda jika sedang melancong ke Papua.

Baca juga: Wisata Papua: Jangan Lupa Cicipi Manisnya Matoa, Buah Khas Papua

Jejak Sejarah Papeda

Dikutip dari Tribun-Papua.com, papeda merupakan kuliner yang memiliki sejarah panjang.

Arkeolog dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto mengatakan ada penemuan benda-benda pra-sejarah yang ada kaitannya dengan papeda.

Menurutnya, papeda merupakan kuliner tertua di Papua sudah ada sejak masa pra-sejarah.  

Jejak konsumsi Papeda di masa lalu, erat hubungannya dengan temuan gerabah dan alat batu tokok di situs arkeologi di kawasan Danau Sentani Kabupaten Jayapura.

Baca juga: Wisata Papua: Jangan Lupa Cicipi Nikmatnya Udang Selingkuh saat Melancong ke Bumi Cenderawasih

Filosofi Papeda

KULINER - Waroenk Kombrof di Kawasan Pantai Hamadi, Kota Jayapura, menyajikan menu khas Papua. Seperti Papeda, dan kuliner khas Papua lainnya.
KULINER - Waroenk Kombrof di Kawasan Pantai Hamadi, Kota Jayapura, menyajikan menu khas Papua. Seperti Papeda, dan kuliner khas Papua lainnya. (Tribun-Papua.com/Patricia Bonyadone)

Dikutip dari Kompas.com, papeda biasanya disantap dengan dilengkapi helai dan hote.

Helai adalah alat makan tradisional yang terbuat dari kayu sebagai tempat penyajian papeda.

Sedangkan hote adalah piring kayu yang menjadi tempat untuk menyantap papeda.

Oleh masyarakat Sentani, tradisi makan papeda dari satu piring yang sama dalam satu keluarga disebut sebagai helai mbai hote mbai, mbai berarti satu.

Hal itulah yang diartikan sebagai filosofi makan dalam satu keluarga dapat menjadi cerita yang bisa disimpan untuk masa depan anak dan cucu. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved