Papua Terkini

GAWAT! Bahasa Daerah Papua di Merauke Ini Terancam Punah

Peneliti muda Balai Bahasa Provinsi Papua, Yohanis Sanjoko kepada Tribun-Papua.com mengatakan, dua bahasa yang terancam punah itu Marori dan Kanum.

Penulis: Hidayatillah | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Hidayatillah
Warga Papua suku Marind Merauke saat mengikuti pawai budaya HUT ke-77 kemerdekaan RI di Merauke, Papua baru-baru ini. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Sebanyak dua bahasa daerah asli Papua di Kabupaten Merauke terancam punah.

Peneliti muda Balai Bahasa Provinsi Papua, Yohanis Sanjoko kepada Tribun-Papua.com mengatakan, dua bahasa yang terancam punah itu Marori dan Kanum.

"Beberapa bahasa yang penuturnya sangat sedikit adalah bahasa Marori dan Kanum. Kedua bahasa ini dikelompokkan kategori bahasa yang terancam punah," kata Yohanis, Senin (22/8/2022).

Baca juga: Tujuh Bahasa Daerah di Papua Direvitalisasi, Ada Bahasa Marind dari Merauke 

Yohanis Sanjoko mengakui, kini pemerintah sedang melakukan revitalisasi 38 bahasa daerah di Indonesia termasuk 7 bahasa daerah Papua.

Satu diantaranya adalah bahasa daerah Marind asli Merauke yang penuturnya cukup banyak.

 

 

Sementara itu, dari 428 bahasa daerah di Tanah Papua (Papua dan Papua Barat) masih perlu 421 bahasa daerah yang harus dilestarikan.

"Bahasa Marori dan Kanum jumlah penuturnya terbatas. Persebarannya di kampung-kampung-kampung itu saja," ujar Yohanis.

Baca juga: Revitalisasi Bahasa Daerah, Pemerintah Diminta Perhatikan Sekolah Adat di Kabupaten Jayapura

Dia merincikan, bahasa Marori hanya digunakan warga seputar Wasur, sedangkan bahasa Kanum hanya digunakan masyarakat perbatasan Republik Indonesia dan Papua Nugini (RI-PNG).

Yohanis berharap, penutur bahasa Marori dan Kanum agar melestarikan bahasa daerah tersebut.

Dengan menanamkan rasa bangga berbahasa daerah dimulai dari keluarga, selanjutnya lingkungan.

"Kalau terbiasa menggunakan bahasa daerah ke anak cucu, yakinlah tidak akan punah. Tapi kalau tidak bangga berbahasa daerah, lambat laun akan punah," tandas Yohanis. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved