Rabu, 13 Mei 2026

Ahli Forensik Digital Ungkap Sejumlah Kejanggalan CCTV di Rumah Ferdy Sambo, Diduga Sudah Diedit

Ahli forensik digital Abimanyu Wahyuwidayat menilai ada sejumlah kejanggalan dalam rangkaian hasil rekaman CCTV dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

Tayang:
Tribun Jakarta/Annas Furqon Hakim
Rumah dinas Kadiv Propam Polri di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan diduga menjadi lokasi penembakan yang menewaskan Brigadir J atau Nopryansah Yosua Hutabarat, Senin (11/7/2022) - Ahli forensik digital Abimanyu Wahyuwidayat menilai ada sejumlah kejanggalan dalam rangkaian hasil rekaman CCTV dalam kasus pembunuhan Brigadir J. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Ahli forensik digital Abimanyu Wahyuwidayat menilai ada sejumlah kejanggalan dalam rangkaian hasil rekaman CCTV dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Ia menilai, rekaman CCTV terkait kasus pembunuhan Brigadir J yang beredar di media massa itu sudah melalui proses penyuntingan atau editing.

Dalam program Kompas Petang di Kompas TV, Abimanyu membeberkan hasil analisisnya terkait rangkaian rekaman kamera CCTV yang berada di rumah Irjen Ferdy Sambo.

Baca juga: Pastikan Tak Ada Organ Tubuh Brigadir J yang Hilang, Tim Forensik: Tak Ada Luka Selain Luka Tembak

Rumah Dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo lokasi baku tembak yang menewaskan Brigadir J di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan (kiri) dan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo (kanan)
Rumah Dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo lokasi baku tembak yang menewaskan Brigadir J di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan (kiri) dan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo (kanan) (Tribunjakarta.com/ Tribunnews.com)

Dilansi Kompas.com, berikut ini rangkuman kejanggalan dalam rekaman kamera CCTV yang diungkap oleh Abimanyu.

1. Gambar Mobil Sambo di Garasi

Abimanyu mengatakan, tanda pertama yang nampak kalau rekaman kamera CCTV itu sudah disunting adalah dari 2 mobil yang terparkir di garasi rumah mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo.

"Ini bukan analisa saya saja, masyarakat juga melihat logikanya, bahwa sekarang dilihat kendaraan yang warna hitam itu kendaraannya terkompres," ujar Abimanyu.

2. Format Rekaman Berbeda

Abimanyu, tanda kedua yang memperlihatkan rekaman video dari kamera CCTV itu sudah diedit adalah dari format tampilan.

"Kemudian saat layar itu ditampilkan, itu formatnya 1:1. Padahal kalau layar CCTV biasanya 4:3 atau 16:9, lebar. Melebar, bukan kotak. Dengan demikian berarti ada area yang dipotong," ucap Abimanyu.

Baca juga: Anggota DPR Cecar Mahfud MD soal Motif Pembunuhan Brigadir J: Dibuka Saja kalau Memang Dapat Bocoran

3. Label Waktu Berukuran kecil

Selain itu, hal yang membuat Abimanyu meyakini rekaman kamera CCTV itu sudah disunting adalah dari penunjuk waktu (time stamp).

"Silakan kita perhatikan dari time stamp-nya. Sangat kecil. Yang namanya time stamp CCTV harusnya sangat mudah bisa terbaca, tetapi saat ini kecil. Berarti time stamp-nya itu sudah editan. Dengan demikian sudah jelas hasil kamera yang di garasi itu editan," papar Abimanyu.

4. Keberadaan Mobil Istri Sambo

Abimanyu juga menyoroti soal keberadaan kendaraan yang ditumpangi oleh istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dalam rangkaian rekaman kamera CCTV di dekat lokasi kejadian

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved