Senin, 27 April 2026

Dibantah Polri, Pengacara Brigadir J Klaim Dapat Info soal Bungker Uang Ferdy Sambo dari Intelijen

Kuasa hukum keluarga Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak  membeberkan dugaan adanya bungker berisi uang ratusan miliar rupiah milik Ferdy Sambo.

Tribunnews/Jeprima
Kuasa hukum keluarga Brigadir J, korban peristiwa baku tembak antar anggota Polisi di rumah dinas Kepala Divisi Propam Polri Irjen Pol. Ferdy Sambo, Kamaruddin Simanjuntak dan Johnson Panjaitan saat tiba di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (18/7/2022) - Kuasa hukum keluarga Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak  membeberkan dugaan adanya bungker berisi uang ratusan miliar rupiah milik Ferdy Sambo. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Kuasa hukum keluarga Brigadir J atau Nopryansah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak  membeberkan dugaan adanya bungker berisi uang ratusan miliar rupiah milik eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Kamaruddin SImanjuntak mengklaim ia mendapatkan informasi tersebut dari beberapa intelijen.

Ia mengaku menerima informasi itu dari intelijen yang sejak awal menangani perkara pembunuhan Brigadir J pada Juli 2022.

Kamaruddin juga memastikan bahwa informasi tersebut hampir sepenuhnya akurat.

Baca juga: Ahli Forensik Digital Ungkap Sejumlah Kejanggalan CCTV di Rumah Ferdy Sambo, Diduga Sudah Diedit

UNGKAP - Kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak saat membuat laporan ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/7/2022) siang. Kamaruddin Simanjuntak sebelumnya kepada wartawan di Jambi menyatakan ada satu tersangka yang sudah mengaku sebagai pelaku pembunuhan terhadap Brigadir J. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
UNGKAP - Kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak saat membuat laporan ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (18/7/2022) siang. Kamaruddin Simanjuntak sebelumnya kepada wartawan di Jambi menyatakan ada satu tersangka yang sudah mengaku sebagai pelaku pembunuhan terhadap Brigadir J. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA

“Saya sudah mendapatkan itu berdasarkan laporan intelijen,” kata Kamaruddin dalam program AIMAN di Kompas TV, Senin (22/8/2022) malam.

“Saya sudah mendapatkan itu dari bulan yang lalu, waktu saya baru menangani perkara ini. Tetapi kita perlu bukti, walaupun informasi ini kan 99 persen akurat karena setiap saya konfirmasikan selalu benar,” jelas dia.

Kamaruddin pun sedikit membuka sosok intelijen yang menjadi penyuplai informasi ini.

Intelijen tersebut tak lain merupakan perwira menengah aktif di Korps Bhayangkara berpangkat komisaris besar polisi.

Bahkan, ada juga seorang intelijen yang merupakan purnawirawan polisi berpangkat jenderal.

Baca juga: Pengakuan Bharada E, Ferdy Sambo 2 Kali Tembak Brigadir J lalu Beri Arahan Skenario ke 3 Tersangka

“Ada juga purnawirawan jenderal polisi, tapi kerjanya di intelijen BIN, misalnya. Artinya, bukan satu dua yang mengutarakan, ada juga beberapa intel lain,” ungkap dia.

Kamaruddin menambahkan, informasi intelijen ini kemudian mengerucut bahwa posisi bungker uang tersebut berada di kediaman Sambo.

“Ada informasi itu, bentuk tim independen libatkan PPATK supaya ketahuan dari mana uangnya dan ke mana perginya,” imbuh dia.

Sebelumnya, Polri telah membantah mengenai informasi keberadaan bungker yang berisikan uang Rp 900 miliar di rumah Sambo.

"Berdasarkan informasi dari tim khusus yang melakukan penggeledahan di beberapa tempat Irjen FS, info soal bungker Rp 900 miliar tidaklah benar," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya, Sabtu (20/8/2022).

Baca juga: Anggota DPR Cecar Mahfud MD soal Motif Pembunuhan Brigadir J: Dibuka Saja kalau Memang Dapat Bocoran

Dedi menjelaskan, tim khusus memang melakukan penggeledahan di rumah Sambo.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved