YPMAK

Guru di SD YPPK Tillemans Kampung Mware Hanya Empat Orang Mengajar Kelas I sampai Kelas 4

Tribun-Papua
KEKURANGAN GURU - Foto bersama pihak YPPK, YPMAK, guru kelas, dan murid di SD YPPK Tillemans Mware, Jumat (26/8/2022) usai melakukan monitoring. Saat ini di sekolah tersebut hanya memiliki 4 guru yang harus mengajar kelas 1 sampai kelas 6. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Sekolah Dasar (SD) Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) Tilemans Kampung Mware, di Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua hanya memiliki empat guru kelas yang setiap hari mengajar siswa-siswinya.

YPMAK dan YPPK Monitoring SD dan Taman Kanak-kanak YPPK Tillemans Tipuka Mimika

Kekurangan guru ini sejak lama, padahal sekolah tersebut tak jauh dari Kota Timika alias di pinggiran kota.

Hal tersebut diketahui ketika kunjungan monitoring yang dilakukan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) dan pihak Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik (YPPK) dibawa naungan Keuskupan Mimika, Kamis (25/8/2022) kemarin.

"Saya harap kujungan ini bisa mengetahui apa saja kekuraang di sekolah baik YPMAK dan YPPK sehingga apa yang dibutuhkan dapat dipenuhi," Kepala Sekolah SD YPPK Mware, Fransiskus Asisi Ohoiwutun kepada Tribun-Papua.com.

YPMAK Gandeng YPPK Tillemans Monitoring Guru Kontrak di Sekolah Pinggiran Kota Timika

Kepala sekolah menyebut, peran guru kontrak YPPK saat ini penting mengigat jumlah anak di SD YPPK Tillenmans Mware sebanyak 151 murid.

"Guru kurang makanya banyak anak tidak masuk sekolah. Itulah keadaan kami dimana pasang surut kehadiran murid menjadi tantangan," ucapnya.

Lebih lanjut Fransiskus menjelaskan, soal jumlah siswa saat ini sebanyak 151 anak yang sekolah di SD YPPK Mware. Sedangkan jumlah guru kelas hanya 4 orang, di antaranya kontrak 1 orang, honorer dua orang, dan saya kepala sekolah PNS.

YPMAK dan Pusdip Uncen Validasi 133 Dokumen Kampung di Mimika

"Jadi hanya empat guru kelas yang harus mengajar 6 kelas, sehingga poses belajar mengajar kelas V dan VI digabung menjadi satu ruangan, kelas III dan 1V satu ruangan, dan kelas I, II satu ruangan untuk tiga guru kelas," katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ateri ajar memang susah namun itu harus dilakukan guru kelas. Materi yang diberikan pun hanya sebatas 3M yaitu membaca, menulis, mendengar.

"Jadi semua mata pelajaran gabung dalam 3M tersebut mengingat banyak anak belum pintar menulis dan membaca," jelasnya.

16.000 Warga Jadi Peserta BPJS Kesehatan Program Kesehatan YPMAK

Sementara itu, Natalia Klanit salah seorang guru kelas termasuk guru kontrak YPPK menyebut banyak tantangan dihadapi saat mengajar karena masih banyak anak yang belum pintar menulis apalagi membaca.

"Saya baru masuk satu minggu belakangan ini dan ternyata hal seperti ini yang saya temukan di sekolah SD YPPK Mware," singkatnya. 

Sebelumnya, monitoting YPPK dan YPMAK dilakukan pada Kamis (25/8/2022) sekira pukul 09:30 WIT dengan sasaran sekolah dasar dan TK antara lain, SD YPPK Mware, SD YPPK Tipuka, TK YPPK Tipuka, SD YPPK Kaugapu, TK YPPK Kaugapu, SD YPPK Hiripau, TK YPPK Pomako Cenderawasih, TK YPPK Pomako Asmat.

YPMAK Berikan KIS kepada 16.293 Warga dari Tujuh Suku di Kabupaten Mimika

Tujuan monitoring adalah mendata jumlah guru kontrak, proses belajar mengajar, keadaan sekolah, jumlah guru dan murid, serta melihat secara langsung proses belajar mengajar di sekolah tersebut.

"Selama ini porogram guru kontrak Keuskupan Mimika dalam hal ini YPPK dengan YPMAK telah membantu 85 guru kontrak yang ditempatkan di pesisir dan pinggiran kota Timika. Guru kontrak ditempakan di sekolah YPPK ini bisa membantu pelaksanaan kegiatan belajar di sekolah," Direktur YPPK Tillemans, Jhon Giyai kepada Tribun-Papua.com. (*)