Irjen Ferdy Sambo Bunuh Ajudan
Putri Candrawathi Diperiksa Bareskrim Hari Ini, Pengacara: Ibu PC Kooperatif!
Tersangka kasus pembunuhan Brigadior Nofriansyah Yosua Hutabarat, Putri Candrawathi diperiksa perdana sebagai tersangka di Badan Reserse Kriminal.
Kunci pengungkapan motif
Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan, penyidik masih membutuhkan keterangan Putri Candrawathi untuk menyimpulkan motif pasti dibalik kasus pembunuhan Brigadir J.
Tim khusus masih belum mengungkapkan motif penembakan meski telah menetapkan 5 tersangka.
“Mohon izin terkait motif ini kami sementara sudah mendapatkan keterangan dari saudara FS (Ferdy Sambo). Namun kami ingin memastikan sekali lagi untuk memeriksa Ibu PC,” papar Sigit dalam rapat dengar pendapat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2022).
Baca juga: Bunker Rp 900 Miliar dan Peran Putri Candrawathi di Kasus Brigadir J: Janjikan Uang Tutup Mulut!
Sigit memaparkan, keterangan Putri sebagai tersangka mesti digali untuk dielaborasi dengan keterangan Ferdy.
Menurut dia, keterangan Putri amat penting untuk menyimpulkan kebenaran motif dugaan pembunuhan.
“Sehingga nanti yang kami dapat apalagi dalam posisi beliau sebagai tersangka berubah atau tidak,” ujar Sigit.
Hasil penyidikan tim khusus mengungkapkan bahwa Ferdy Sambo merupakan otak atau orang memerintahkan Bharada E menembak Brigadir J.
Kejadian penembakan juga disaksikan dan dibantu oleh Bripka RR dan Kuat. Sementara itu, Putri juga terlibat dalam perencanaan penembakan.
Menurut Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri Komjen Agus Andrianto, Putri turut menghadiri pertemuan Sambo dengan Bharada E dan Brigadir RR di lantai tiga rumah pribadinya yang terletak di Jalan Saguling.
Di pertemuan itu, Sambo bersama dengan Putri menjanjikan uang tutup mulut kepada tiga orang lain yang menjadi tersangka pembunuhan Yosua.
“Bersama FS (Ferdy Sambo) saat menjanjikan uang kepada RE (Richard Eliezer), RR (Ricky Rical) dan KM (Kuat Maruf),” kata Agus dalam pesan tertulisnya kepada awak media, Sabtu (20/8/2022).
Sambo pun menanyakan kesanggupan Bharada E dan Brigadir RR untuk ikut menembak Brigadir Yosua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/20082022-Putri_Candrawathi.jpg)