Breaking News:

KKB Papua

Korban Mutilasi di Timika Ditemukan, Kepala Kampung dan Simpatisan KKB Papua

Direskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani menyebut, satu di antara korban merupakan anggota KKB di bawah komando Egianus Kogoya.

Tribun-Papua.com/Raymond Latumahina
Direktur Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Pol Faizal Ramadhani, saat diwawancarai wartawan terkait penangkapan ASN yang membawa senjata rakitan dan 615 butir peluru. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Dua jenazah korban mutilasi di di Kabupaten Mimika, Papua telah ditemukan.

Identitasnya pun telah diketahui.

Satu di antara korban diyakini merupakan simpatisan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga.

Direskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani menyebut, satu di antara korban merupakan anggota KKB di bawah komando Egianus Kogoya.

Baca juga: Kasus Mutilasi di Mimika Diduga Libatkan Oknum TNI, Korban Datangi Pelaku untuk Beli Senjata

"Dari hasil penyelidikan diketahui salah satu korban berinisial LN adalah jaringan dari simpatisan KKB Nduga pimpinan Egianus Kogoya yang aktif mencari senjata dan amunisi di Kabupaten Mimika," ujarnya melalui pesan singkat, Minggu (29/8/2022) malam.

Sementara satu korban lain adalah seorang kepala kampung di Kabupaten Nduga.

"Lalu RN salah satu korban adalah Kepala Kampung Yugut, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga," kata Faizal.

Dua jenazah korban mutilasi tersebut ditemukan di lokasi yang berdekatan, yaitu di Sungai Kampung Pigapu, distrik Iwaka, Kabupaten, Mimika, Papua.

Kedua mayat itu ditemukan pada hari yang berbeda, yaitu pada Jumat (26/8/2022) dan Sabtu (27/8/2022).

Identitas korban pertama telah diketahui.

"Pada 26 Agustus 2022 sekitar pukul 13.40 WIT Sungai Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika ditemukan sesosok mayat teridentifikasi," ujar Faizal.

Meski ditemukan dua jasad, polisi mengatakan ada empat orang yang dimutilasi.

Dua mayat lainnya masih dalam pencarian.

Baca juga: Kapendam Cenderawasih Benarkan Adanya Dugaan Keterlibatan 6 Oknum TNI dalam Kasus Mutilasi di Mimika

Menurut Faizal, kasus tersebut bermula ketika para pelaku berpura-pura ingin menjual dua pucuk senjata api.

Korban yang tertarik membeli, kemudian datang dengan membawa uang Rp 250 juta.

Namun para pelaku kemudian melakukan pembunuhan yang diteruskan dengan aksi mutilasi dan membawa kabur uang yang dibawa korban. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Korban Mutilasi di Timika adalah Simpatisan KKB dan Kepala Kampung di Nduga",

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved