Info Merauke

Romanus Mbaraka: Dilarang Keras Nelayan Lewati Batas Negara!

Komitmen Pemerintah Kabupaten Merauke saat pertemuan dengan nelayan untuk tidak melewati batas negara ketika nelayan mencari ikan di laut.

Tribun-Papua.com/Istimewa
Kapal Nelayan - Nelayan berkomitmen kepada Pemerintah Kabupaten Merauke untuk tidak melewati batas negara ketika nelayan mencari ikan di laut. Hal ini menyusul dua kapal nelayan Merauke ditahan tentara PNG sejak Senin (22/8/2022). Masinis Kapal Calvin 02 tewas ditembak tentara PNG. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Bupati Merauke Romanus Mbaraka melarang keras nelayan Merauke Papua melewati batas negara perairan Indonesia dengan Papua Nugini (PNG) maupun Australia.

"Sebagai pimpinan daerah, sebenarnya komitmen kami sudah ada untuk dilarang keras semua nelayan melewati batas negara. Karena akan dianggap pencuri, akan dianggap ilegal fishing," kata orang nomor satu di Kabupaten Merauke kepada sejumlah wartawan termasuk Tribun-Papua.com di VIP Bandar Udara Mopah Merauke, Senin (29/8/2022).

Dia menjelaskan, sebenarnya sudah ada dalam komitmen Pemerintah Kabupaten Merauke saat pertemuan dengan nelayan untuk tidak melewati batas negara ketika nelayan mencari ikan di laut.

Baca juga: Karantina Pertanian Merauke Fasilitasi Ekspor Kayu Veneer ke Pasar Malaysia

Mendengar insiden penembakan nakhoda dan kapal nelayan yaitu KMN Calvin 02 oleh aparat PNG hingga penahanan 2 kapal lainnya di perairan Pulau Turi, Bupati Merauke memerintahkan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Merauke untuk melakukan pertemuan kembali dengan nelayan.

"Saya sudah perintahkan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan untuk kemudian kita lakukan lagi pertemuan dengan semua pengurus perikanan agar masing-masing memperhatikan armadanya," kata Romanus Mbaraka.

Menurutnya, penegasan tersebut harus dilakukan agar tidak terjadi lagi kelalaian dari nelayan.

"Ini tidak boleh sama sekali. Ini kelalaiam kita karena bukan baru terjadi satu kali. Sudah sangat berulang kali termasuk saudara-saudara kita yang selalu menyeberang lewat daratan untuk berburu," ujar bupati.

Baca juga: Dubes RI Perjuangkan ABK Nelayan Merauke yang Ditahan PNG Segera Dipulangkan, Ini Identitasnya

Dikatakan, selama ini sudah banyak terjadi insiden yang dialami pemburu warga Merauke saat melewati batas negara dengan PNG seperti motor dibakar, dikejar, ditembak dan dipukul.

"Saya pikir di kepolisian juga ini data sudah cukup lengkap. Nah, untuk kita semua di Merauke ini jadi proses pembelajaran. Kalau boleh tidak ulang lagi, kalau masih ulang lagi itu berarti bukan manusia," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved