Mutilasi di Mimika

Demo Mahasiswa: Polisi Izinkan Massa Orasi di Kantor DPRP, Tapi Terbatas 20 Orang Saja

Dan hanya memfasilitasi 20 orang massa aksi untuk sampaikan aspirasi ke DPR Papua.

Tribun-Papua.com/ Hendrik
Kasat Binmas Polres Jayapura Kota AKP Pieter Kendek beberkan pihaknya hanya mengijinkan 20 orang massa aksi ke kantor DPR Papua guna menyampaikan aspirasi. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Polresta Jayapura Kota tidak mengizinkan massa aksi demonstrasi di Abepura untuk longmarch ke Kantor DPR Provinsi Papua.

Dan hanya memfasilitasi 20 orang massa aksi untuk sampaikan aspirasi ke DPR Papua.

Hal itu disampaikan, Kasat Binmas Polres Jayapura Kota AKP Pieter Kendek saat bernegosiasi dengan Massa aksi, Senin (5/9/2022) di Abepura, Kota Jayapura, Papua.

"Adik-adik, kalian punya giat kita tidak pernah batasi atau melarang. Intinya harus saling menghargai," katanya.

AKP Piter mengatakan, setelah bernegosiasi dengan koorlap aksi.

Baca juga: DEMO Mahasiswa Nduga di Kota Jayapura: Desak Tersangka Kasus Mutilasi Mimika Segera Diadili!

Pihaknya, hanya mengijinkan 20 orang untuk ke kantor DPR Papua menyerahkan aspirasi.

"Kita sedang negosiasi dengan Korlap. Jadi mohon yang lain tenang. Kami hanya ijinkan, 20 orang saja tidak lebih," ujarnya.

Baca juga: Mahasiswa Nduga Tuntut Jenderal Andika Perkasa Tuntaskan Kasus Mutilasi di Timika Papua

Kata AKP Piter, pihak keamanan sudah persuasif. Dengan mengambil tindakan, menyiapkan kendaraan truck untuk fasilitasi massa aksi.

"Kami sudah sepakat 20 orang saja, yang mewakili untuk sampaikan aspirasi di sana (Kantor DPR Provinsi Papua," ucapnya.

Ia menambahkan, untuk itu bagi yang tidak berkepentingan selain 20 orang ini silahkan membubarkan diri untuk kembali ke Asrama. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved