Harga BBM Resmi Naik
Harga BBM Naik, Sopir Pikap di Merauke Papua Menjerit
Mereka berharap adanya kenaikan harga BBM akan membuat normal pelayanan di SPBU, justru kini para sopir masih tetap harus mengantre untuk mendapatkan
Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
Berbeda dengan Hendrikus Ratuanak (36). Ia mengaku sering antre di SPBU sejak pukul 19.00 WIT malam.
Terpaksa mobilnya ditaruh di SPBU agar keesokan hari bisa mendapatkan BBM subsidi tersebut.
Dia merincikan, antre di SPBU Jalan Ahmad Yani biasanya memperoleh solar 20 liter, sedangkan di SPBU Jalan Parakomando bisa mendapatkan solar sebanyak 30 liter.
"Keseluruhan Solar itu kalau kita melayani rute dalam kota ke distrik Semangga saja atau Kurik, tentu sudah habis. Harus beli lagi. Tapi kita harus antre lama lagi. Kok bisa BBM naik, kita masih antre. Harus dikasih stabil. Ini saya baru pulang antre di SPBU," ungkapnya Senin sore.
Baca juga: Harga BBM Naik, Tarif Angkot Trayek Waena-Sentani di Jayapura Tak Berubah, Cek di Sini!
Dikesempatan yang sama, Esebius laiyan (30) mewakili sopir Pick Up Merauke memohon maaf kepada pelanggan karena terpaksa menaikkan tarif angkutan.
"Sebelumnya rute dalam kota Rp 100.000 namun pasca kenaikan harga BBM jadi Rp 150.000," jelasnya.
Dia merincikan, untuk tarif keluar kota atau antar distrik akan disesuaikan berdasarkan hasil kesepakatan dengan pelanggan.
"Keluar kota seperti Semangga bisa Rp 200.000. Dari kota Merauke ke Kurik Rp 700.000 sampai Rp 800.000. Bahkan kita juga melayani antar kabupaten Merauke dengan Boven Digoel Rp 3 juta," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/bbm12345678.jpg)