Harga BBM Resmi Naik
Harga BBM Naik, Sopir Pikap di Merauke Papua Menjerit
Mereka berharap adanya kenaikan harga BBM akan membuat normal pelayanan di SPBU, justru kini para sopir masih tetap harus mengantre untuk mendapatkan
Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Dua hari setelah Presiden RI Joko Widodo umumkan perubahan harga BBM se-Indonesia, sopir angkutan umum pikap di Kabupaten Merauke, Papua makin menjerit.
Mereka berharap adanya kenaikan harga BBM akan membuat normal pelayanan di SPBU, justru kini para sopir masih tetap harus mengantre untuk mendapatkan solar.
"Kenaikan harga BBM sangat berdampak bagi kami sopir pick up Merauke. Harapannya, jangan mempersulitkan masyarakat. Harga BBM naik, tapi kok kami masih antre," kata sopir pick up di Pasar Wamanggu Merauke, Frederikus Lamere (32) kepada Tribun-Papua.com disela-sela kesibukannya, Senin (5/9/2022).
Baca juga: Polres Jayapura Antisiapsi Gejolak Kenaikan Harga BBM
Ia menuturkan, sopir pick up melayani penumpang mulai pukul 06.00 - 22.00 WIT. Bahkan, ada yang membuka pelayanan 24 jam akibat belum mendapatkan penumpang.
Diakuinya, pelanggan terbanyak berasal dari warga orang asli Papua Mangga Dua Kimaam. Namun mirisnya, sopir pick up selama 2 hari terakhir pasca harga BBM naik banyak yang tidak mendapatkan rejeki.
"Kadang setiap hari bisa dapat Rp 200.000 - 300.000. Sekarang kosong penumpang. Waktu terbuang antre di SPBU, mau beli eceran juga takarannya sedikit dan harganya mahal bahkan kalau solar jarang ada eceran," keluhnya.
Baca juga: Polisi Awasi Setiap SPBU di Kabupaten Jayapura, Kapolres Jayapura: Cegah Penimbunan BBM
Hal yang sama diungkapkan Ketua Sopir Pick Up Merauke, Huteres (59) kepada media ini.
"Kalau antre terus, bagaimana kita mau dapat uang? Tolong lihat, saya mohon kepada pemerintah pusat dan Pemda, kasih stabil pelayanan di SPBU," pintanya.
Pria paruh baya yang telah menggeluti profesi sopir Pick Up selama 20 tahun lebih ini berharap pemerintah bisa tegas membuat kebijakan stabilkan pelayanan agar tidak ada antrean.
"Kita masyarakat kecil mau cari makan. Selama kenaikan harga BBM, pendapatan kami kurang karena sangat sepi pelanggan. Bahkan, kami harus antre solar, kapan kami bisa dapat uang kalau waktu habis mengantre," ujar Huteres.
Sementara itu, Aldian Mahuze (34) meminta Bupati Merauke bersama Kepala PT Pertamina Merauke segera memberikan solusi, tidak terjadi lagi antrean panjang kendaraan umum untuk mendapatkan BBM di SPBU.
"Bupati bersama Kepala Pertamina Merauke berikan suplai stok BBM yang banyak. Jangan terjadi kesulitan lagi, kami antre berjam-jam, kaget ternyata solar habis," lugasnya.
Putera Papua suku Marind ini mengaku sering antre di SPBU sejak pagi namun ternyata tidak mendapatkan solar karena dinyatakan habis.
"Kadang antre dari pukul 03.00 WIT dini hari baru dapat solar pukul 10.00 WIT.
Baca juga: Duduki Kantor DPR Papua, Massa Pendemo Tolak Kenaikan Harga BBM
Kadang juga disampaikan habis," beber Aldian Mahuze.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/bbm12345678.jpg)