Gubernur Lukas Enembe Diperiksa KPK

Gubernur Lukas Enembe Jadi Tersangka KPK, Pengacara Soroti Uang Rp 1 M yang Diduga Gratifikasi

Tim kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe buka suara soal penetapan kliennya sebagai tersangka gratifikasi Rp 1 miliar oleh KPK.

(Dok Staf Khusus Gubernur Papua)
Gubernur Papua, Lukas Enembe - Tim kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe buka suara soal penetapan kliennya sebagai tersangka gratifikasi Rp 1 miliar oleh KPK. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Gubernur Papua Lukas Enembe ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK juga melakukan pemanggilan terhadap Lukas Enembe sebagai tersangka di Mako Brimob Kotaraja, Kota Jayapura, Senin (12/9/2022).

Tim kuasa hukum Lukas Enembe mengatakan kliennya ditetapkan sebagai tersangka sejak 5 September 2022.

Menurut pengacara, Lukas ditetapkan tersangka gratifikasi senilai Rp 1 miliar terkait proyek di Papua. 

Baca juga: Diizinkan Mendagri Berobat, Gubernur Lukas Enembe Batal Diperiksa KPK

Gubernur Papua Lukas Enembe mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Gubernur Papua Lukas Enembe mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara)

Namun demikian, menurut anggota tim Hukum Gubernur Papua, Roy Renin penetapan tersangka tersebut cacat hukum karena tak sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Menurutnya, KPK belum pernah mengambil keterangan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai saksi dalam kasus tersebut. Sehingga, ia mempertanyakan penetapan tersangka terhadap kliennya itu.

"Saya mendapat informasi bahwa perkara ini sudah penyidikan, itu artinya sudah ada tersangka. Ada surat dari KPK, 5 September bapak gubernur sudah jadi tersangka, padahal Pak Gubernur sama sekali belum didengar keterangannya," kata dia.

"KUHP menyatakan bahwa orang dijadikan tersangka harus ada dua alat bukti dan sudah diperiksa, itu sesuai keputusan MK Nomor 21 Tahun 2014. Kita menyayangkan sikap KPK yang tidak profesional seperti ini," sambung Roy.

Baca juga: KPK Dituding Aneh, Gubernur Lukas Enembe Ditetapkan Tersangka Tanpa Prosedur Formil

Roy mengaku, tim hukum Gubernur Papua telah mendapat keterangan dari Lukas Enembe atas kasus tersebut. 

Menurutnya, uang yang diduga gratifikasi sebesar Rp 1 miliar di ke rekening Lukas Enembe itu adalah milik pribadi untuk berobat ke Singapura pada Maret 2020.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved