Gubernur Lukas Enembe Diperiksa KPK

Gubernur Lukas Enembe Dicekal ke Luar Negeri, Rakyat Papua Bereaksi: Jakarta Setop Kriminalisasi

Surat pencekalan orang nomor satu di Papua itu dikeluarkan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum, dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Massa pendukung Gubernur Lukas Enembe saat melakuakn orasi di depan Markas Komando (Mako) Brimob Papua Papua di Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Senin (12/9/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Gubernur Papua Lukas Enembe dicekal ke luar negeri pascaditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (LKPK) atas kasus gratifikasi.

Surat pencekalan orang nomor satu di Papua itu dikeluarkan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum, dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Direktur Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian, I Nyoman Gede Surya Mataram mengatakan, pencegahan ini diajukan oleh KPK.

Baca juga: Diizinkan Mendagri Berobat, Gubernur Lukas Enembe Batal Diperiksa KPK

“Pencegahan berlaku selama enam bulan,” kata Surya dalam keterangan resmi yang Kompas.com terima, Senin (12/9/2022).

Surya mengatakan, pihaknya menerima permohonan pencegahan itu pada Rabu (7/9/2022) lalu.

Baca juga: KPK Dituding Aneh, Gubernur Lukas Enembe Ditetapkan Tersangka Tanpa Prosedur Formil

Pihak Imigrasi kemudian memutuskan melarang Lukas pergi ke luar negeri per 7 September hingga 7 Maret 2-24.

“Yang bersangkutan dilarang bepergian ke luar negeri selama masa pencegahan berlaku, ” tutur Surya.

Surya menerangkan, setelah menerima permohonan itu Imigrasi memasukkan nama Lukas ke dalam Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM).

Sistem ini terhubung ke semua Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) di pelabuhan, bandara, dan Pos Lintas Batas di seluruh Indonesia.

Aksi Massa di Jayapura

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved