ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Harga BBM Resmi Naik

Harga BBM Melambung, Buah Pinang Stabil!

Mengunyah buah pinang merupakan budaya sekaligus tradisi dari generasi ke generasi dan saat ini sudah menjadi gaya hidup di Papua.

Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Penjual Pinang di Pasar Paharaa Sentani, Kabupaten Jayapura, Dof Tabo saat berjualan mengatakan harga pinang stabil walaupun ada kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Selasa (13/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI – Mengunyah buah pinang merupakan budaya sekaligus tradisi dari generasi ke generasi dan saat ini sudah menjadi gaya hidup di Papua.

Kebutuhan akan buah pinang terus meningkat, bahkan memberikan kesempatan ekonomi tersendiri bagi sebagian penduduk asli Papua.

Biasanya setumpuk pinang berisi tujuh hingga 10 buah. Umumnya paket pinang tersebut bagi masyarakat habis dalam sekali konsumsi.

Baca juga: HANYA DI PAPUA, Penjual Pinang Menangis Eks Pejabat Kapolres Merauke Digeser ke Polda Papua

Pasca-kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada beberapa waktu lalu tidak berpengaruh pada harga pinang di Pasar Pharaa Sentani, Kabupaten Jayapura.

Kepada Tribun-Papua.com, Penjual Pinang, Dof Tabo mengatakan harga pinang masih sama.

 

 

Menurutnya harga pinang akan naik jika Pinang susah didapatkan dari pengumpul atau kebun.

Dof Tabo menjual pinangnya dengan cara ditumpuk. Tumpukkan besar biasanya berisi 20 hingga 30 buah pinang dijual Rp 300 ribu. Sedangkan tumpukkan kecil dijual Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu.

"Saya beli dari pengumpul di pasar lalu jual kembali," ujarnya.

Baca juga: Dapat Bantuan dari Gubernur Lukas Enembe, Mama Papua Penjual Pinang di Jayapura Bersyukur

Berjulan sejak pukul 06.00 WIT, pelanggan yang membeli pinang akan menjual kembali kemudian di kirim ke Kabupaten Yahukimo, Wamena, Lanny Jaya, Tollikara, Mamberamo Tengah, Puncak Jaya, dan Kabupaten Yalimo.

Dof mengungkapkan, dari usahanya menjual pinang mendapatkan untung yang besar. Karena itu, walaupun memiliki gelar sarjana masih tetap berjualan Pinang.

"Memang harga ojek naik tapi harga pinang tetap," ujarnya.

Dalam satu hari, menurutnya pengasilannya terbilang lumayan.

"Semuanya tergantung nasib, jika nasib baik jualan habis, tapi saya bisa balik modal setiap hari," katanya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved