Lukas Enembe Diperiksa KPK

Kondisi Kesehatan Lukas Enembe Diklaim Memburuk, Tersangka KPK Dianjurkan Berobat ke Singapura

Kondisi kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe disebut memburuk karena didiagnosa mengalami kebocoran ginjal. Kuasa hukumnya angkat suara!

Istimewa
TANGKAPAN LAYAR - Gubernur Papua Lukas Enembe saat tiba di Bandar Udara Theiys Hiyo Eluay, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (9/7/2021). Gubernur Lukas selama ini menjalani perawatan medis di Singapura. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Kondisi kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe disebut memburuk karena didiagnosa mengalami kebocoran ginjal.

Hal itu dipastikan setelah hasil pemeriksaan sampel urine dan darah Lukas Enembe yang dikirim ke Laboratorium di Singapura, keluar.

Lukas Enembe lalu dianjurkan dokter pribadinya untuk segera berobat ke Singapura.

Demikian disampaikan anggota tim hukum Gubernur Papua, Stephanus Roy Rening, saat dihubungi, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: TERNYATA Ini Penyebab Mengapa Banyak Warga Papua Bela Lukas Enembe meski Sudah Jadi Tersangka KPK

"Kata dokter pribadi Gubernur Papua, rekomendasinya Pak Gubernur harus segera diberangkatkan ke Singapura karena di dalam urinenya ada satu cairan yang disebabkan bocornya ginjal Pak Gubernur, (cairan itu) seharusnya tidak ada di urine," ujar Roy Rening.

Roy Rening yang sedang berada di Jakarta akan menemui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membicarakan masalah kesehatan Lukas Enembe.

Sementara, Lukas Enembe terus didampingi dokter pribadinya di Jayapura agar kondisi kesehatannya terpantau.

Setelah KPK menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus gratifikasi, Roy menyebut kondisi kesehatan kliennya terus memburuk.

"Jadi kemarin malam (22/9/2022), dokter pribadinya menelepon saya dan juru bicara Pak Gubernur, menjelaskan kondisi kesehatan Pak Gubernur. Jadi tensi darah Pak Gubernur tidak pernah stabil, tidak pernah turun karena dia punya pengalaman stroke empat kali," tuturnya.

Namun, Roy juga menyampaikan solusi terbaik untuk penanganan kesehatan Lukas Enembe adalah memberikannya akses untuk menjalani perawatan di Singapura.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved