Lukas Enembe Diperiksa KPK

Tito Karnavian dan Bahlil Pernah Temui Lukas Enembe, Minta Paulus Waterpauw Wagub Papua: Ada Apa?

Keduanya yakni Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Upaya lengserkan Lukas Enembe?

Tribun-Papua.com/Istimewa
Mendagri Tito Karnavian bersama Gubernur Papua Lukas Enembe. (DOK Mendagri) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Dua menteri di lingkaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut menemui Gubernur Papua Lukas enembe, pada akhir 2021.

Keduanya yakni Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.

Pertemuan itu diungkapkan kuasa hukum Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening dalam keterangan resminya, Minggu (25/9/2022).

Roy mengungkap tujuan kedua menteri itu, untuk menyodorkan nama Paulus Waterpauw sebagai wakil gubernur menggantikan Klemen Tinal yang meninggal dunia. 

Baca juga: Lukas Enembe Tersangka KPK, Wapres Minta Semua Pihak Tidak Membela Terduga Koruptor

“Ada upaya Jenderal Pol (Purn) Tito Karnavian (Mendagri) untuk memaksakan agar Komjen Pol Paulus Waterpauw (menjadi pengganti),” ungkap Stefanus.

Menurut dia, peristiwa itu terjadi pada 10 Desember 2021 di Hotel Suni, Abepura, Jayapura, Papua.

Saat itu, ia mengklaim, keduanya memiliki permintaan kepada Lukas Emebe agar menerima Paulus Waterpauw menggantikan Klemen Tinal.

Merespons hal ini, Lukas Enembe meminta Tito Karnavian menyampaikan kepada Paulus Waterpauw agar mengumpulkan rekomendasi dari partai pengusung.

Namun, hingga batas waktu pengisian Wakil Gubernur Papua habis, Paulus Waterpauw gagal meraup dukungan dari partai koalisi.

“Menjadi pertanyaan bagi publik, mengapa Mendagri Tito Karnavian dan Menteri Bahlil terlibat langsung dalam mengisi jabatan Wakil Gubernur Papua,” tuturnya.

Upaya Lengserkan Lukas Enembe?

Stefanus menduga, kedatangan Tito dan Bahlil merupakan bentuk intervensi kepada Gubernur Papua.

Ia pun menyebut, sejumlah oknum di pemerintahan Jokowi memiliki agenda politik sendiri, termasuk dalam hal ini partai yang tengah berkuasa.

Di sisi lain, ia menduga, penetapan Lukas sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga merupakan upaya intervensi yang dilakukan untuk menggeser kursi orang nomor satu di Papua itu.  

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved