Rabu, 3 Juni 2026

Wisata Papua

Wisata Papua: Melihat Jejak Sejarah Perang Dunia II di Biak Numfor

Melihat jejak sejarah Perang Dunia II di tiga destinasi wisata di Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Tayang:
Penulis: Astini Mega Sari | Editor: Astini Mega Sari
Warta Kota/Henry Lopulalan
Berbagai jenis peluru, kendaraan, perlengkapan dan senjata peninggalan Jepang saat Perang Dunia II yang di temukan dalam Gua Binsari, Biak, Papua, Selasa (20/8/2013) - Melihat jejak sejarah Perang Dunia II di tiga destinasi wisata di Kabupaten Biak Numfor, Papua. 

Sementara yang ruang yang terakhir digunakan untuk para perwira untuk melakukan rapat berkaitan dengan kepentingan perang.

Ada banyak benda-benda bersejarah yang bakal ditemukan wisatawan di wilayah gua ini.

Pengunjung bisa melihat sejumlah perlengkapan perang tentara Jepang saat Perang Dunia II.

Mulai dari beragam jenis peluru, mortir, helm prajurit, senjata, hingga rangka kendaraan yang berkarat dimakan usia.

Ada pula sejumlah tulang-belulang seperti tengkorak, tulang kaki tangan tentara Jepang yang tewas pada masa perang sat itu.

2. Gua Lima Kamar

Gua Lima Kamar terletak di Kampung Rim, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Untuk mencapai Gua Lima Kamar, pengunjung bisa menempuh perjalanan sekitar 15 menit dari pusat Kota Biak.

Gua Lima Kamar merupakan saksi bisu Perang Dunia II.

Dikutip dari Wisatabiak.com, gua ini digunakan oleh tentara Jepang sebagai tempat persembunyian.

Gua Lima Kamar juga difungsikan sebagai 'rumah sakit' tempat para tentara Jepang yang terluka dirawat.

GOA LIMA KAMAR - Goa Lima Kamar  yang  dibangun  sebagai tempat perawatan tentara  yang  luka ketika  perang Dunia II  yang letak Kampung Rim Distrik Biak Timur, Biak, Papua, Kamis (23/8/2013). Goa  kapur yang  terdiri dari  lima kamar sebagai  peninggalan  sejarah  kejamnya  perang Dunia II
GOA LIMA KAMAR - Goa Lima Kamar yang dibangun sebagai tempat perawatan tentara yang luka ketika perang Dunia II yang letak Kampung Rim Distrik Biak Timur, Biak, Papua, Kamis (23/8/2013). Goa kapur yang terdiri dari lima kamar sebagai peninggalan sejarah kejamnya perang Dunia II ((Warta Kota/henry lopulalan))

Gua ini dinamakan Lima Kamar karena terbagi menjadi lima rongga atau kamar.

Rongga pertama diisi oleh tentara yang berjaga.

Rongga kedua untuk lokasi pengobatan emergensi dan rongga ketiga untuk tempat pengobatan tentara yang luka parah.

Rongga keempat untuk mandi dan mencuci dan rongga yang terakhir untuk lokasi merawat pasien yang sudah lewat dari masa kritis.

Baca juga: Wisata Papua: Melihat Cantiknya Tanjung Serweri di Biak Numfor

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved