Wisata Papua
Wisata Papua: Melihat Jejak Sejarah Perang Dunia II di Biak Numfor
Melihat jejak sejarah Perang Dunia II di tiga destinasi wisata di Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Penulis: Astini Mega Sari | Editor: Astini Mega Sari
Monumen Perang Dunia ke II terletak di Kampung Parai, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Monumen ini berhadapan dengan Pantai Parai.
Untuk menuju lokasi pengunjung hanya perlu sekitar 15 menit perjalanan dari pusat Kota Biak.
Monumen ini dibangun oleh pemerintah Jepang untuk memperingati gugurnya ribuan tentara Jepang di Biak pada saat Perang Dunia ke II.
Dikutip dari Kebudayaan.kemdikbud.go.id Monumen Perang Dunia II di Biak dirancang oelh Hiroshi Ogawa.
Monumen ini dibangun pada 24 Juli 1992 dan diresmikan pada 24 April 1994.
Bagian utama monumen ini berupa tembok yang dibuat sedikit melengkung terlihat tulisan 'MONUMEN PERANG DUNIA KE II' dalam tiga bahasa Indonesia, Inggris dan Jepang.
Baca juga: Wisata Papua: Melihat Semburan Ombak yang Menghempas Batu Karang di Tanjung Saruri Biak
Di bagian kiri atas tugu utama ada tulisan 'MONUMEN UNTUK MENGINGATKAN UMAT MANUSIA TENTANG KEKEJAMAN PERANG DENGAN SEGALA AKIBATNYA AGAR TIDAK TERULANG LAGI' yang juga ditulis dalam tiga bahasa.
Di bagian depan, ada delapan batu berbagai ukuran yang diletakkan menghadap potongan patok beton yang tersusun rapi.
Delapan batu besar itu melambangkan delapan Jenderal Jepang yang gugur di medan perang.
Sementara patok beton melambangkan para prajurit Jepang.
Di bagian kanan terdapat bangunan berbentuk lekukan menyerupai cangkang keong yang melambangkan mulut goa dan sudut pada ke dua ujungnya berbentuk Alfa dan Omega.
Di sana juga ada tiga set meja marmer lengkap dengan 16 balok marmer sebagai tempat duduk.
(Tribun-Papua.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/peluru-kendaraan-perlengkapan-dan-senjata-peninggalan-jepang.jpg)