Mutilasi di Mimika

BREAKING NEWS: Mahasiswa Kabupaten Nduga Demo Tuntut Proses Hukum Mutilasi di Mimika Digelar Terbuka

Mereka harus diproses di pengadilan umum agar seluruh keluarga korban bisa menyaksikan jalannya persidangan

Tribun-Papua.com
UNJUK RASA - Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga (DPC-IPMNI) kembali menggelar aksi demonstrasi mengenai kasus pembunuhan serta mutilasi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, Selasa (4/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Nduga (IPMNI) menggelar demonstrasi di Kawasan Lingkaran Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Selasa (4/10/2022) pagi.

Baca juga: Deretan Temuan KontraS soal Kasus Mutilasi di Mimika, 4 Korban Diyakini Bukan Simpatisan KKB

Ratusan mahasiswa yang dikoordinir Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Nduga (DPC IPMNI) Provinsi Papua ini menuntut proses hukum kasus pembunuhan yang disertai mutilasi terhadap empat warga Kabupaten Nduga di Timika, dua bulan lalu digelar secara terbuka dan transparan. 

Dari pantauan Tribun-Papua.com, ratusan mahasiswa Kabupaten Nduga, Provinsi Papua ini sudah berkumpul di Kawasan Lingkaran Abepura atau yang biasa disebut Bundaran Pendidikan sejak pukul 08.30 WIT.

Para mahasiswa Kabupaten Nduga, Provinsi Papua itu datang dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Kota Jayapura, ada yang jalan kaki dan mengendarai kendaraan bermotor sambal menenteng sejumlah spanduk dan poster yang berisi tuntutan proses hukum kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap empat warga Kabupaten Nduga di Timika akhir Agustus lalu.

Baca juga: Letjen Maruli Simanjuntak: Enam Prajurit TNI Tersangka Mutilasi di Mimika Papua Bisa Dipecat

Unjuk rasa kali ini merupakan yang keempat kalinya digelar mahasiswa Kabupaten Nduga, Provinsi Papua bersama sejumlah elemen masyarakat di Bumi Cenederawasih.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketata petugas kepolisian, yang terus menjaga demonstrasi itu agar tetap aman dan lancar, serta tidak mengganggu ketertiban lalu lintas di Kawasan tersebut.

Dalam orasinya, salah satu peserta unjuk rasa, Frantinus Uburuangge mengatakan, pihaknya melakukan aksi ini untuk menuntut proses hukum para tersangka mutilasi digelar secara terbuka. Mengingat, tersangka mutilasi tersebut menyeret sejumlah oknum TNI.

Baca juga: Komnas HAM Ungkap Ekspresi Wajah Para Pelaku Mutilasi di Mimika saat Diperiksa: Menakutkan

"Mereka harus diproses di pengadilan umum agar seluruh keluarga korban bisa menyaksikan jalannya persidangan," teriak Frantinus Selasa (4/10/2022) di Abepura.

Rencananya, ratusan mahasiswa Kabupaten Nduga, Provinsi Papua yang menggelar aksi unjuk rasa tersebu. Akan melakukan long march menuju Kantor DPR Papua (DPRP) di Jalan DR Sam Ratulangi Kota Jayapura yang berjarak sekitar 13 kilometer.

Baca juga: Kasus Mutilasi di Mimika Direncanakan Para Pelaku 2 Hari sebelum Kejadian di Sebuah Kebun

"Tujuan kami jelas. Kami akan menyampaikan aspirasi kepada para wakil rakyat Papua yang ada di DPRP. Jadi jangan bungkam ruang demokrasi," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, jumlah massa yang mengikuti unjuk rasa terus bertambah. Sementara sebagian dari pengunjukrasa melakukan orasi secara bergantian dengan pengamanan ketat petugas kepolisian dari Polresta Jayapura. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved