Mutilasi di Mimika

Komnas HAM Ungkap Ekspresi Wajah Para Pelaku Mutilasi di Mimika saat Diperiksa: Menakutkan

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam ungkap mimik wajah para pelaku kasus mutilasi di Mimika, Papua, saat diperiksa.

(KOMPAS.com/Dian Erika )
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, di Kantor Komnas HAM, Jl. Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/1/2020) - Komisioner Komnas HAM Choirul Anam ungkap mimik wajah para pelaku kasus mutilasi di Mimika, Papua, saat diperiksa. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Komnas HAM mengungkap mimik wajah para pelaku kasus mutilasi terhadap empat warga di Mimika, Papua, ketika diperiksa.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam menyebut mimik para pelaku kasus mutilasi di Mimika saat diperiksa, menakutkan.

Hal itu lantaran, para pelaku kasus mutilasi di Mimika menunjukkan ekspresi wajah datar meskipun telah melakukan pembunuhan sadis tersebut.

Ekspresi datar itu, kata Anam, ditunjukkan ketika para pelaku ditanya soal alasan melakukan mutilasi.

Baca juga: Kasus TNI Mutilasi Warga di Mimika, Komnas HAM: Direncanakan Beberapa Kali hingga Sempat Tertunda

Proses rekontruksi kasus mutilasi terhadap empat warga Kabupaten Nduga yang dilakukan di Kabupaten Mimika, Papua. Para pelaku mutilasi terlibat dalam proses rekontruksi tersebut.
Proses rekontruksi kasus mutilasi terhadap empat warga Kabupaten Nduga yang dilakukan di Kabupaten Mimika, Papua. Para pelaku mutilasi terlibat dalam proses rekontruksi tersebut. (Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela)

"Tapi bukan di situ (senjata yang digunakan untuk mutilasi) yang paling menakutkan. Yang paling menakutkan adalah ketika kita memeriksa pelakunya. (Kita tanya) Kenapa kalian melakukan mutilasi dan sebagainya? Mimiknya itu lho. Ya, datar begitu," kata Anam.

Selain itu, kata Anam, para pelaku pun harus ditanya berkali-kali sebelum mengungkapkan penyesalannya.

"Ya harus ditanya berkali-kali baru ngomong menyesal," kata Anam

Sebelumnya Anam mengatakan berdasarkan pola kekerasan, penyiksaan dan perlakuan yang merendahkan martabat, serta keterangan saksi, diduga tindakan yang dilakukan para pelaku bukan yang pertama.

Baca juga: Peran 6 Oknum TNI dalam Kasus Mutilasi di Mimika Terungkap, Ini Penjelasan Pangdam Cenderawasih

"Jadi dalam berbagai contoh kasus misalnya terkait tindakan mutilasi itu, biasanya pelakunya tidak melakukan hal tersebut adalah tindakan pertama, bukan," kata Anam.

"Jadi ada tindakan sebelumnya yang ini harus didalami penegak hukum khususnya teman-teman kepolisian," sambung dia.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved