PT Freeport Indonesia
Richard Sebut Nilai Manfaat Langsung dari Freeport Sejak 1992 sampai 2021 Capai 23,1 Miliar US Dolar
PTFI juga memiliki operator dengan volume tinggi dan berbiaya rendah, kemudian merupakan kontributor penting bagi perekonomian Indonesia.
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
"Saat ini kita punya 1 direktur asli Papua, 9 senior VP dan vice president Papua, serta 57 manajer dan posisi senior Papua," rincinya.
Di lain sisi pada panel kedua, Menteri Investasi dan Kepala BKPM RI, Bahlil Lahadalia mempresentasikan soal pentingnya hilirisasi dan dampaknya terhadap nilai tambah produk nikel.
Baca juga: Presiden Jokowi Luncurkan Teknologi 5G Mining di PT Freeport Indonesia: Ini Pertama di Asia Tenggara
"Nilai ini kita akan mendorong membangun pabrik mobil, karena dunia saat ini bergeser pada green energy atau green industry," tegasnya dengan lantang.
Lelaki lulusan S2 Uncen itu mengatakan, cadangan nikel terbesar di dunia ada di Indonesia sebanyak 25 persen.
Untuk itu disampaikannya, perlu adanya kolaborasi industri hilirisasi dengan pengusaha nasional di daerah.
"Kolaborasi yang dimaksud di mana, membangun daerah sumber pertumbuhan ekonomi baru guna mewujudkan visi Indonesia sentris," tandasnya.
Kemudian, pengusaha daerah harus menjadi tuan di negeri sendiri, lalu dikatakannya mahasiswa berpeluang besar menjadi pengusaha untuk memajukan daerah masing-masing.
"Kita juga harus bisa menahan laju urbanisasi dalam rangka pemerataan ekonomi nasional," imbuhnya.
Untuk itu menurutnya Freeport harus terus bersinergi bersama pemerintah, dalam membantu berkontribusi kepada masyarakat.
Terkait Freeport, Bahlil menyampaikan kembali bahwasanya pada tanggal 12 Juli 2018, FreeportMcMoran dan Inalum telah menandatangani perjanjian divestasi PTFI sehingga 51 persen PTFI kini dimiliki oleh Pemerintah Indonesia
"Sementara 10 persen saham diperuntukkan bagi Provinsi Papua dan Kabupaten Mimika," katanya.
Selain itu, Bahlil menegaskan PTFI berkomitmen untuk melakukan pembangunan smelter tembaga yang saat ini dalam tahap pembangunan di Gresik, Jawa Timur dan akan selesai pada tahun 2023.
"Saya disuruh untuk mencari investor dalam membangun smelter di Papua, dan kita upayakan kapasitasi produksinya terus naik, supaya Papua bangga," tutupnya.
Sementara itu, bertindak sebagai penanggap, Prof Dr Balthasar Kambuaya menuturkan mungkin saja tak banyak orang Papua yang terlibat dalam pertambangan, untuk itu hilirisasi juga perlu dalam sekor lainnya, misal perkebunan, kehutanan, kelautan, atau perikanan. (*)