Usung Anies, Nasdem Tak Khawatir Kadernya Direshuffle: Kami Setia sampai Akhir Masa Jabatan Jokowi

Nasdem tak memiliki kekhawatiran tiga menterinya bakal terkena reshuffle  etelah Nasdem mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres.

Tribunnews.com/Amriyono Prakoso
Ketua Badan Pemenang Pemilu NasDem, Effendi Choirie - Nasdem tak memiliki kekhawatiran tiga menterinya bakal terkena reshuffle  etelah Nasdem mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai capres. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Nasdem Effendi Choirie mengatakan partainya tak khawatir tiga kadernya yang menjadi menteri bakal terkena reshuffle setelah Nasdem mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) di Pilpres 2024.

Effendi mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak akan mengambil langkah untuk me-reshuffle kader Nasdem.

Ia lalu menyinggung perjuangan Surya Paloh yang membantu pemenangan Jokowi pada Pilpres 2014 dan 2019.

Baca juga: Kata Pengamat soal Risiko Pengusungan Anies Jadi Capres: 3 Menteri Nasdem Terancam Kena Reshuffle

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dalam pengumuman deklarasi Capres 2024 di Nasdem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dalam pengumuman deklarasi Capres 2024 di Nasdem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022). ((KOMPAS.com/ADHYASTA DIRGANTARA))

“Saya yakin Jokowi sadar itu, betapa besar pengorbanan Pak Surya Paloh dan Nasdem untuk kemenangan Jokowi,” tutur dia pada wartawan, Senin (10/10/2022).

Ia menyampaikan, Kabinet Indonesia Maju merupakan hasil koalisi partai politik (parpol) pada Pilpres 2019.

Sementara itu, keputusan Partai Nasdem mengusung Anies untuk kepentingan pemenangan Pilpres 2024.

“Bukan untuk menggantikan Jokowi di tengah jalan. Jadi kesetiaan Nasdem terhadap pemerintah sekarang ini sampai akhir masa jabatan,” kata dia. 

Baca juga: Ungkap Alasan Tak Usung Ganjar Jadi Capres, Nasdem Singgung Sikap Politik Gubernur Jateng

Effendi juga mengomentari pernyataan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto yang menyebut “biru” terlepas dari pemerintahan karena punya capres sendiri.

Ia meminta Hasto menghargai keputusan yang diambil oleh Partai Nasdem.

“Ke depan kita berharap para pemimpin partai bernarasi yang baik, mendidik, yang membuat rakyat menjadi optimis,” kata dia.

“Kalau ada persaingan maka dilakukan dengan cara fair dan sehat. Bukan saling menyudutkan, apalagi menyebar hoaks dan fitnah,” ucap Effendi.

Sebelumnya Hasto menyampaikan secara tersirat “biru” bakal lepas dari pemerintahan Jokowi.

Hal itu disampaikannya menanggapi keputusan Partai Nasdem yang mengusung Anies sebagai capres.

Baca juga: Sempat Bersaing di Pilkada Jakarta, AHY Sebut Makin Dekat dengan Anies: Kami Semangat Bawa Perubahan

Hasto menyampaikan pesan tersebut dengan menunjuk sebuah lukisan di kantor DPP PDI-P yang menggambarkan para pejuang kemerdekaan merobek warna biru pada bendera Belanda dalam peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved