Minggu, 19 April 2026

Lukas Enembe Diperiksa KPK

Partai Solidaritas Indonesia Sindir Lukas Enembe: Kalau Bersih Kenapa Risih?

Rian Ernest mengaku bingung dengan sikap Gubernur Papua Lukas Enembe yang tidak kunjung memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Editor: Roy Ratumakin
Kolase Tribun-Papua.com
Juru Bicara DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Rian Ernest mengaku bingung dengan sikap Gubernur Papua Lukas Enembe yang tidak kunjung memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus yang menimpanya. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAKARTA – Kasus gratifikasi yang menjerat Gubernur Papua, Lukas Enembe mendapat respon beragam dari masyarakat Indonesia.

Tak terkecuali dari partai politik. Kali ini, sindiran datang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang meminta Lukas Enembe harus menghadapi proses hukum yang sedang menimpanya.

Juru Bicara DPP PSI, Rian Ernest mengaku bingung dengan sikap Gubernur Papua Lukas Enembe yang tidak kunjung memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca juga: Viktor Kogoya Kritik Pernyataan Pengacara Lukas Enembe: Tak Ada Aturan Adat Pemeriksaan di Lapangan

Lukas Enembe, tersangka dalam kasus dugaan korupsi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan gratifikasi Rp 1 miliar, sudah dua kali mangkir dari panggilan KPK.

"Sebenarnya mudah saja. Kalau bersih, kenapa risih? Datangi saja pemeriksaan di KPK bila memang tidak ada hal yang melanggar," kata Rian dikutip dari laman Kompas.com, Kamis (13/10/2022).

 

 

Rian menegaskan semua kedudukan warga negara Indonesia sama di mata hukum. Jika Enembe dan keluarganya tidak memenuhi panggilan KPK, maka itu akan menjadi contoh buruk.

"Langkah seorang Gubernur Lukas, termasuk saksi dari pihak keluarga, apabila akhirnya abai terhadap pemeriksaan, tentu bukanlah tingkah laku yang pantas jadi teladan bagi kita semua," tuturnya.

Untuk itu, Rian khawatir apabila pada akhirnya KPK gagal memeriksa Lukas Enembe yang menjadi tersangka korupsi.

Pasalnya, kata Rian, hal itu bisa menjadi preseden buruk bagi hukum Indonesia.

Baca juga: Pengacara Lukas Enembe Diminta Beli Buku Hukum Pidana, ICW: Baca Perlahan Biar Paham!

"Apalagi terhadap pemberantasan korupsi yang menjadi sumber masalah di negeri ini," imbuh Rian.

KPK sampai saat ini masih belum berhasil memeriksa Lukas Enembe yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi APBD dan gratifikasi Rp 1 miliar.

Malah sekarang Enembe yang diwakili para kuasa hukumnya mengajukan beragam permintaan terkait proses pemeriksaan.

Padahal, lembaga antirasuah itu sudah 2 kali melayangkan panggilan pemeriksaan sebagai tersangka kepada Enembe.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved