Kongres Masyarakat Adat
Masyarakat Adat Sambut Peluncuran Dana Nusantara di KMAN VI Papua
Harapannya, Dana Nusantara bisa dioperasionalkan untuk mengembangkan kampung dan konsolidasi semuanya
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Masyarakat Adat menyambut baik peluncuran Dana Nusantara yang digagas tiga organisasi besar, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), dan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA).
Baca juga: Saat Pembukaan KMAN VI Papua, Sekjen AMAN Serukan Masyarakat Adat Bangkit dan Bersatu
Peluncuran Dana Nusantara yang mulai beroperasional tahun 2023 itu dilaksanakan pada pembukaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI Papua di Wilayah Adat Tabi, Jayapura, Provinsi Papua, Senin (24/10/2022).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) AMAN, Rukka Sombolinggi menyatakan bahwa tujuan dari peluncuran Dana Nusantara yang digagas oleh tiga organisasi tersebut, adalah agar kita bisa menggerakkan pekerjaan di kampung dengan cara lebih cepat.
Kemudian, bisa mengonsolidasikan gerakan lingkungan, gerakan Masyarakat Adat, dan gerakan pembaruan agraria di seluruh Nusantara.
“Mari, kita doakan semoga rencana kita ini mulai beroperasional tahun depan,” katanya.
Ia mengatakan bahwa pengembangan Dana Nusantara dibantu oleh sahabat kita dari Climate and Land Use Alliance (CLUA). Harapannya, Dana Nusantara bisa dioperasionalkan untuk mengembangkan kampung dan konsolidasi semuanya.
Baca juga: Kisah Rode Naomi, Perempuan Papua yang Perdana Membantik dalam Menyambut KMAN VI
“Buat para sahabat yang terus mendukung kita, terima kasih,” ujar Rukka sembari menambahkan tindak lanjut Dana Nusantara itu akan dibahas dalam sarasehan di KMAN VI Papua.
Sementara itu, Sekjen KPA Dewi Kartika menyatakan bahwa peluncuran Dana Nusantara merupakan momentum dan peristiwa yang baik untuk menunjukkan adanya lintas gerakan dari Masyarakat Adat, reforma agraria, dan lingkungan yang bersatu padu dan bergotong-royong untuk memastikan penguatan basis di kampung.
Lebih lanjut dia mengatakan, peluncuran Dana Nusantara juga akan membuat rakyat semakin kuat dan solid.
Baca juga: KMAN VI Papua, Pembuka Cakrawala Masyarakat Adat
“Kita pastikan agenda kerakyatan kita, bisa lebih cepat dan efektif dengan adanya Dana Nusantara ini,” kata Dewi.
Ia minta doa restu dengan mengutarakan harapannya kalau pendanaan tersebut tidak hanya menambah amunisi bagi perjuangan reforma agraria, lingkungan hidup, dan pengakuan Masyarakat Adat di Nusantara, tapi juga membangun soliditas lebih luas lagi dalam membangun gerakan.
Sementara itu, Chaus Uslaini dari WALHI berharap Dana Nusantara bisa dibahas lebih dalam pada sarasehan dalam KMAN VI.
Baca juga: Di Kampung Yokiwa, Pelayanan Kesehatan Diberikan 24 Jam bagi Peserta KMAN VI
Ia juga berharap dukungan keuangan itu bisa langsung sampai ke kampung untuk mendukung kerja kita dalam penyelamatan wilayah adat dan pengembangan sumber penghidupan kita, termasuk ekonomi Masyarakat Adat.
Ketua BPH AMAN Hulu Sungai Tengah (HST) Provinsi Kalimantan Selatan, Syahliwan, menyatakan bahwa Dana Nusantara yang diluncurkan bersamaan dengan pembukaan KMAN VI itu, dapat membantu gerakan Masyarakat Adat, khususnya kampung-kampung adat.
Baca juga: Seribu Penari Bakal Ramaikan Kirab Api Kongres Masyarakat Adat Nusantara
Syahliwan juga berharap Dana Nusantara dapat membantu mereka dalam menjalankan kegiatan dan program kerja yang sudah lama tidak terlaksana karena terkendala biaya.
“Banyak program kerja yang sudah tersusun, tapi tidak terlaksana karena tidak ada anggaran. Harapan saya, semoga Dana Nusantara bisa membantu kami menjalankan program kerja di kampung,” katanya. (**)