Kongres Masyarakat Adat
Sidang Pleno KMAN VI Papua, Pemuda Adat Protes Tutup Mulut Pakai Lakban
Para pemuda adat meminta poin dalam pasal 16 diubah, agar dapat dilibatkan dalam pengurus Dewan Aman Nasional (Damannas)
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pemuda adat lakukan aksi protes dalam sidang pleno Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI di Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Sabtu (29/10/2022) malam.
Aksi itu dilakukan setelah menolak pembahasan sidang pleno anggaran dasar Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) di KMAN VI Papua.
Baca juga: Tata Tertib Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI Disahkan, Sempat Terjadi Perdebatan Serius
Para pemuda adat itu melakukan aksi protes dengan menutup mulut mereka dengan menggunakan lakban warna hitam.
Walaupun melakukan aksi protes namun sidang tetap berjalan hingga selesai. Pantauan Tribun-Papua.com, mereka (pemuda adat) masih berdiri di panggung utama sementara peserta sidang pleno sudah mulai membubarkan diri.
Kegiatan akan dilanjutkan dengan pemilihan Dewan Masyarakat Adat Nusantara Nasional (DAMANNAS) dan Sekertaris Jendral (Sekjen).
Sebelumnya pada rapat komisi anggaran dasar dan organisasi Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI Papua masih juga belum di sepakati sejak hari kedua, Jumat 28 Oktober 2022 menemui jalan buntu alias deadlock.
Tatkala para pemuda adat meminta poin dalam pasal 16 diubah, agar dapat dilibatkan dalam pengurus Dewan Aman Nasional (Damannas).
Baca juga: Papua Sambut Baik Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI di Jayapura
Dalam alur pembahasan melalui rapat memang belum menemui kesepakatan perihal keterlibatan pemuda dalam kepengurusan AMAN pusat, sehingga dilanjutkan besok dan langsung diplenokan. Pimpinan Sidang, Zadrak Wamebu telah mengetuk palu tanda berakhirnya sidang pleno AMAN. (*)