ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Kongres Masyarakat Adat

SITA PERHATIAN! Kulit Kayu Tak Hanya Jadi Noken, Anna Mote Pamer Kreasi Lain di KMAN VI

Anna Mote, perempuan adat Suku Mee dari Nabire yang memamerkan seperti high heels dari kulit kayu, topi dan baju dari benang polycherry.

Editor: Roy Ratumakin
TribunPapuaBarat.com/Kresensia Kurniawati Mala Pasa
KMAN VI - Aneka kreasi rajutan dari kulit kayu gnemo dan benang polycherry, bahan dasar noken yang dipamerkan mama Papua, Anna Mote di Stadion Barnabas Youwe Sentani, Jayapura, Papua saat gelaran sidang pleno KMAN VI, Sabtu (29/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Kresensia Kurniawati Mala Pasa

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI – Noken atau tas tradisional Papua menjadi satu dari produk wajib di stan pameran usaha mikro kecil menengah (UMKM) Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI.

Bahan dasar noken dari kulit kayu gnemo, anggrek atau benang polycherry, ternyata bisa dirajut menjadi kreasi lainnya.

Itulah yang dilakukan Anna Mote, perempuan adat Suku Mee dari Nabire yang memamerkan seperti high heels dari kulit kayu, topi dan baju dari benang polycherry.

Baca juga: PROFIL Mina Susana Setra, Calon Sekjen AMAN Periode 2022-2027: Aktif Membela Masyarakat Adat

Walhasil, hasil rajutan tangan Anna Mote tampak mentereng di antara noken lainnnya yang berjejer rapi di bawah tribune Stadion Barnabas Youwe (SBY), Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (29/10/2022).

"Baru hari ini mama jualan di stadion, biasa setiap hari jual di Pasar Hamadi (Jayapura)," tutur Anna Mote kepada TribunPapuaBarat.com.

Anna Mote mengaku terinspirasi dari puterinya yang sering mengikuti ajang fashion show.

Sejak saat itu, dia mulai berkreasi membuat sepatu dari kulit kayu dengan dasar sepatu bekas.

"Saya biasa beli dasar sepatu yang  kulit sepatunya itu sudah rusak atau warnanya sudah pudar," terang wanita kelahiran Nabire, 4 April 1975 itu.

Dari dasar sepatu bekas yang dibeli seharga Rp 20 ribu, Anno Mote berhasil menyulapnya menjadi sepatu kulit kayu gnemo yang dijual Rp 500 ribu.

Sedangkan sepatu hak dari rajutan benang wol dibanderol Rp 300 ribu per pasang.

Baca juga: Rapat Pleno KMAN VI Papua: Bahas Anggaran Dasar, Program Kerja, hingga Penetapan Maklumat 

Selain sepatu dan topi, ucap Anna Mote, produk terlaris lainnya adalah bunga rangkai dari kulit kayu yang dijual edisi Natal.

Anna Mote juga tak pernah sepi permintaan untuk baju rajutan benang polycherry. 

Bahkan, kreasi rajutan anting dari kulit kayu gnemo Anna Mote, menjadi kesukaan penyanyi Tanah Air asal Papua, Nowela.

"Kalau sepatu dari kulit kayu bisa selesai dua sampai tiga hari, kalau dari benang satu hari saja selesai," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved