ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Kasus Prada Indra Disebut Mirip Kasus Brigadir J, Pengamat: Butuh Atensi Langsung Panglima TNI

Banyaknya kejanggalan dalam kematian Prada Indra membuat kasus kematian prajurit TNI AU itu disebut-sebut mirip dengan kasus pembunuhan Brigadir J

Kompas.com/Ellyvon Pranita
Foto Prada TNI AU Muhammad Indra Wijaya yang meninggal dunia di Biak, Papua, dibawa oleh keluarganya Rabu (23/11/2022) - Banyaknya kejanggalan dalam kematian Prada Indra membuat kasus kematian prajurit TNI AU itu disebut-sebut mirip dengan kasus pembunuhan Brigadir J 

TRIBUN-PAPUA.COM - Banyaknya kejanggalan dalam kematian Prada Indra Wijaya membuat kasus kematian prajurit TNI AU itu disebut-sebut mirip dengan kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Menanggapi hal itu, Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri mengatakan bahwa kasus Prada Indra Wijaya harus diusut tuntas melalui investigasi ulang seperti kasus Brigadir J.

Reza menambahkan, dalam perkara Prada Indra Wijaya, proses investigasi ulang harus mendapatkan perhatian khusus dari Panglima TNI.

Baca juga: Buka Paksa Peti Prada Indra Pakai Palu, Keluarga Menangis Histeris saat Lihat Kondisi Jenazah

Karangan bunga masih menghiasi sekitar rumah duka almarhum Prajurit Dua (Prada) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) Muhammad Indra Wijaya. Dua karangan bunga itu menjadi penanda bahwa keluarga Prada Indra masih berduka meski korban sudah dimakamkan tiga hari lalu, pada Minggu (20/11/2022).
Karangan bunga masih menghiasi sekitar rumah duka almarhum Prajurit Dua (Prada) Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) Muhammad Indra Wijaya. Dua karangan bunga itu menjadi penanda bahwa keluarga Prada Indra masih berduka meski korban sudah dimakamkan tiga hari lalu, pada Minggu (20/11/2022). (Kompas.com/Ellyvon Pranita)

"Mungkin perlu diulangi proses investigasinya sebagaimana pada kasus Yosua," kata Reza kepada Kompas.com, Kamis (24/11/2022).

"Bahkan (investigasi ulang kasus Prada Indra) membutuhkan atensi langsung Panglima TNI," ucap dia.

Jika perlu, kata Reza, otopsi ulang jenazah korban patut dilakukan.

Namun, otopsi ulang harus dikomunikasikan terlebih dahulu dengan badan forensik guna mengetahui mekanisme terbaik.

Senada dengan Reza, mantan Kabais TNI Soleman B Ponto juga menilai perlunya penyelidikan hingga tuntas untuk kasus tewasnya Prada Indra.

"Iya betul sekali (perlu diusut tuntas)," kata Soleman saat dihubungi terpisah.

Baca juga: 5 Fakta Prada Indra Tewas di Papua, Ada Luka Lebam hingga Keluarga Diminta Langsung Kuburkan Jenazah

Menurut Soleman, kasus Prada Indra memang menarik perhatian karena jenazah tidak boleh dibuka dan harus langsung dimakamkan.

Sebab, dalam kondisi yang ideal seharusnya jenazah boleh sekali dilihat bersama karena kematiannya tidak wajar.

Namun, dikarenakan saat ini pihak TNI AU juga telah menetapkan empat orang tersangka terkait dugaan penganiayaan terhadap almarhum, saat ini yang perlu dilakukan adalah menunggu hasil penyelidikan dan interograsi.

"Karena dalam kasus ini sudah ada empat orang tersangka, maka kita hanya tunggu bagaimana dipengadilan. Seberapa jauh penuntut menggali kasus ini," ucap Soleman.

Diberitakan sebelumnya, Muhammad Indra Wijaya meninggal dalam perawatan di Rumah Sakit Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Manuhua Biak, pada Sabtu (19/11/2022).

Komando Operasi Udara (Koopsud) III menginformasikan bahwa Prada Indra meninggal dunia karena dehidrasi berat karena bermain futsal dalam durasi lama, yakni dari pukul 20.00 hingga 23.00 WIT.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved