Masuk Daftar Gunung Berapi di Indonesia, Ini Riwayat Erupsi Semeru sejak Tahun 1818
Berikut riwayat letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dari tahun 1800-an.
TRIBUN-PAPUA.COM - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami pada Minggu pagi, (4/12/2022) pukul 02.46 WIB.
Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMG), Gunung Semeru merupakan satu di antara 79 gunung berapi aktif di Indonesia.
Status Gunung Semeru kini dinaikkan menjadi Level IV atau Awas.
Saat ini, tercatat 29 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 11-22 mm, dan lama gempa 65-120 detik.
Baca juga: Kisah Anjing Tunggu Tuannya yang Jadi Korban Gunung Semeru Pulang, sempat Bantu Temukan 3 Jenazah
Tahun 1800-an
Letusan pertama Gunung Semeru yang terekam terjadi pada tahun 1818.
Namun, letusan tahun 1818 hingga 1913 tidak banyak informasi yang terdokumentasikan.
Tahun 1900-an
Pada tahun 1941-1942, terekam aktivitas vulkanik Gunung Semeru dengan durasi panjang.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan leleran lava Gunung Semerut terjadi pada periode 21 September 1941 hingga Februari 1942.
Saat itu, aliran lava mengalir hingga mencapai lereng sebelah timur dengan ketinggian 1.400 hingga 1.775 meter.
Akibatnya, material vulkanik Gunung Semeru menimbun pos pengairan Bantengan.
Baca juga: Gunung Semeru Keluarkan Awan Panas Guguran Lagi, Relawan dan Warga Berlarian Menyelamatkan Diri
Aktivitas Gunung Semeru tercatat setiap tahun secara beruntun pada tahun 1945-1960.
Kemudian, 1 Desember 1977, guguran lava Gunung Semeru menghasilkan awan panas guguran dengan jarak hingga 10 km di Besuk Kembar.
Volume endapan material vulkanik yang teramati mencapai 6,4 juta m3.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Guguran-material-vulkanis-masih-begitu-membara-di-Dusun-Kajar-Kuning.jpg)