KKB Papua

Nason Mimin Disebut Otak KKB Pembantai 3 Tukang Ojek di Pegunungan Bintang Papua

Tiga orang tukang ojek dinyatakan tewas dibantai KKB, setelah 6 orang sebelumnya diserang secara membabi buta di sebuah pangkalan.

Tribun-Papua.com/Istimewa
ILUSTRASI: Gerald Sokoy (jaket biru sambil memegang kertas), tenaga kesehatan yang dikabarkan hilang pascapenyerangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang pada 13 September lalu, kini berada di tangan Tentara Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang dikomandoi Lamek Taplo. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) wilayah Pegunungan Bintang, Nason Mimin disebut otak penyerangan yang menewaskan tiga tukang ojek di Kampung Mangabib, Distrik Oksebang, pada Senin (5/12/2022).

Tiga orang tukang ojek dinyatakan tewas dibantai KKB, setelah 6 orang sebelumnya diserang secara membabi buta di sebuah pangkalan.

Dua orang tewas di lokasi kejadian, sedangkan satu lainnya sempat hilang dan ditemukan dengan kondisi meninggal.

Baca juga: [UPDATE] Korban Tewas Akibat Serangan KKB Papua di Pegunungan Bintang Bertambah Jadi 3 Orang

Identitas tiga orang tukang ojek yang dibunuh itu yakni La Usu, La Aman, dan La Ati.

"Dugaan sementara KKB pimpinan Nason Mimin yang melalukan," ungkap Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Cahyo Sukarnito, kepada Tribun-Papua melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (6/12/2022).

IDENTIFIKASI - Aparat gabungan saat menemukan satu di antara 3 korban meninggal dalam serangan sadis yang dilakukan oleh KKB di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
IDENTIFIKASI - Aparat gabungan saat menemukan satu di antara 3 korban meninggal dalam serangan sadis yang dilakukan oleh KKB di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan. (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Cahyo menyebut, korban bernama La Ati itu ditemukan dalam kondisi sudah meninggal.

"Iya, benar, korban meninggal jadi 3 orang, satu yang hilang ditemukan meninggal," kata Cahyo Sukarnito 

KKB membunuh dua korban atas nama La Usu dan La Aman menggunakan parang.

"Dua orang tewas dibunuh secara sadis dengan luka sabetan parang serta 1 Jenazah luka potong pada tangan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved