Info Merauke
Pasca-napi Kabur, Anthonius Ayorbaba: Lapas Merauke Harus Dibangun Dengan Pengendalian Sistem
Kakanwil Kemenkumham Papua, Anthonius M Ayorbaba mengatakan, Lapas Merauke harus dibangun dengan pengendalian system.
Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Sharif Jimar
TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE – Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Papua, Anthonius M Ayorbaba mengatakan, Lapas Merauke harus dibangun dengan pengendalian system.
Hal tersebut dikatakan Anthonius M Ayorbaba, pasca kaburnya 2 orang warga binaan Lapas Kelas 2B Merauke dengan melompati tembok lapas.
“Melihat Kondisinya, Lapas Merauke harus dibangun dengan pengendalian system,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Papua, Minggu (8/1/2023).
Baca juga: Dua Napi Kabur dari Lapas Merauke Berhasil Ditangkap di Boven Digoel
Saat ditemui, Anthonius turut menyampaikan kondisi lapas kelas 2B Merauke, menurutnya, penghuni Lapas Merauke tidak sesuai dengan daya tampung saat ini.
“Jadi Lapas Merauke ini, merupakan sebuah lapas yang overload, isi lapasnya sudah tidak berimbang dengan isi blok hunian,” terang Anthonius.
Selain itu, dirinya juga menyampaikan jika kondisi Lapas Merauke tidak aman karena terdapat blok di dalam lapas yang sulit diawasi petugas.
“Kondisi pengawasan di dalam lapas sangat tidak aman bagi petugas karena ada bangunan blok yang berada pada posisi belakang bangunan dan itu sulit untuk diawasi,” tambah Anthonius.
Dengan kejadian tersebut, Anthonius mengatakan perlu dilakukan inventarisasi terkait tantangan pengamanan didalam Lapas Merauke sehingga Kanwil Kemenkumham Wilayah Papua dapat mendukung fasilitas penunjang.
Anthonius juga mengatakan jika kondisi kamera pengawas yang ada sekarang belum mencukupi untuk mendukung pengawasan di dalam lapas, sehingga perlu dilakukan penambahan kamera CCTV.
Baca juga: Dua Napi Kabur, Kepala Lapas Merauke: Petugas Lalai!
“Lapas Merauke itu baru punya satu CCTV dengan jumlah kamera yang terbatas, ini tidak bisa menjangkau semua blok, kita butuh 2 CCTV dengn Jumlah kamera hingga 20 buah kamera,” ucap Anthonius.
Meski mengakui banyak kekurangan dalam Lapas Kelas 2B Merauke, Anthonius mengatakan kaburnya 2 Napi dari lapas merupakan kelalaian petugas.
“Disetiap masalah di lapas apalagi pelarian pasti ada unsur kelalaian,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/10012023-Anthonius_Ayorbaba.jpg)