Jumat, 10 April 2026

Info Merauke

Ini Kronologi 2 Napi Lapas Merauke Kabur ke Boven Digoel, Dibonceng Seorang Wanita

Awal mulanya, ketika salah seorang warga binaan Lapas Kelas 2B Merauke yang sedang sakit dibawa keluar dari ruang tahanan untuk dirawat.

Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Syarif Jimar
Kepala Lapas Kelas 2B Merauke Lukas Laksana Frans bersama staf lapas memperlihatkan foto 2 napi yang kabur dari lapas Kelas 2B Merauke, Sabtu (7/1/2023). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Sharif Jimar

TRIBUN-PAPUA.COM, Merauke – Dua orang narapidana bernama Herman dan Marselus alias Celo yang sempat kabur dari Lapas Kelas 2B Merauke kini berhasil ditangkap, dan saat ini dititip di Lapas Kelas 3B Tanah Merah Kabupaten Boven Digoel.

Hal tersebut disampaikan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Papua, Endang Lintang Hardiman di Kantor Lapas Kelas 2B Merauke sepulangnya dari Kabupaten Boven Digoel bersama tim untuk menyelidiki kasus pelarian 2 napi pada sabtu (7/1/2023) Lalu.

“Saat ini, dua warga binaan ini masih berada di lapas tanah merah. Kemarin kami telah melakukan pemeriksaan secara intensif, kami datang hari minggu kami tiba malam jam 8 dan kami langsung melakukan pemeriksaan terhadap ke 2 napi,” kata Endang, Selasa (11/1/2023).

Baca juga: Lompati Tembok, 2 Napi Kabur dari Lapas Kelas 2B Merauke

Dari Hasil pemeriksaan tersebut, diketahui proses pelarian yang dilakukan oleh kedua napi tersebut.

 

Kronologi

Awal mulanya, ketika salah seorang warga binaan Lapas Kelas 2B Merauke yang sedang sakit dibawa keluar dari ruang tahanan untuk dirawat.

Kedua napi memanfaatkan momen tersebut untuk memapah keluar napi yang sakit untuk mendapatkan perawatan. Begitu petugas lengah, keduanya langsung kabur melalui bagian belakang lapas.

 

 

“Karena ada yang sakit, pegawai mungkin fokus pada yang sakit,” kata Endang.

Endang mengatakan, kedua napi tersebut kabur dengan melompati tembok bagian samping lapas yang tingginya hanya mencapai 4 meter dengan penghalang kawat berduri, selanjutnya menuju ke dinding belakang lapas dan melompat pada ketinggian 6 meter.

“Memang tembok belakang ini tidak terlalu tinggi, juga dari hasil pantauan kita di CCTV yang Herman ini dia tidak menggunakan alat bantu untuk melompat ke atas tembok samping, selanjutnya dengan alat bantu 3 kain yang disambung Herman menurunkan Celo (Marselus) lalu herman melompat,” terang Endang.

Baca juga: Pasca-napi Kabur, Anthonius Ayorbaba: Lapas Merauke Harus Dibangun Dengan Pengendalian Sistem

Diboncong Wanita

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved