ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

KKB Papua

Danrem 172/PWY: Interpol dan BNPT Tangkap Itu Sebby Sambom!

Penangkapan tersebut harus dilakukan sebab dari sejumlah aksi yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Calvin Erari
Komandan Korem (Danrem) 172/PWY, Brigjen TNI JO Sembiring. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – International Criminal Police Organization (Interpol) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) diminta untuk segera menangkap Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom.

Hal ini dikatakan Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Brigjen TNI J O Sembiring kepada awak media termasuk Tribun-Papua.com, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Jumat (13/1/2023).

Sembiring mengatakan, penangkapan tersebut harus dilakukan sebab dari sejumlah aksi yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) akhir-akhir ini di Papua merupakan tanggung jawab dari Sebby Sambom.

Baca juga: KKB Sering Berulah, Danrem 172/PWY Murka, JO Sembiring: Kami Kejar dan Tangkap

Sesuai data yang dimiliki, kata Sembiring, pada 3 hingga 5 Desember 2022 lalu, telah terjadi pertemuan antara Sebby Sambom, Lamek Taplo, Enok, dan Ananias Ati Mimin di Perbatasan RI-PNG.

"Disitu mereka membentuk Komando daerah pertahanan (Kodap) dengan nama Kodap 35 Bintang timur dan dipimpin oleh Ananias Ati Mimin untuk melakukan aksi terus menerus, termasuk yang membunuh 3 orang tukang ojek di Kampung Mangabib dan melakukan aksi pada 7 Januari 2023 di Pegunungan Bintang ," jelasnya.

 

 

Untuk itu dia meminta agar Interpol dan BNPT perlu mengambil tindakan tegas kepada Sebby Sambom.

"Saya harapkan BNPT dan Interpol tangkap Sebby Sambom yang saat ini ada di PNG karena terus dia terus-terus mengkor-koar untuk memberi semangat kepada KKB," ujarnya.

Selain itu, pasca-pertemuan Sebby Sambom dan KKB, menurut J O Sembiring, KKB terus melakukan aksi.

Baca juga: Bupati Pegubin Bantah Ada Pengungsian Pasca-teror KKB, Spey Bidana: Warga Mengamankan Diri!

"Saya tegaskan tidak ada ajaran agama manapun untuk membuat video pembunuhan dan menyebarkan untuk menimbulkan ketakutan kepada masyarakat, untuk itu terkait aksi teror yang dilakukan KKB sudah harus dipertanggungjawabkan," tegasnya.

Sembiring juga berharap, ada peran tokoh masyarakat dan agama untuk mengajak kelompok tersebut untuk hentikan aksi kekerasan, agar mereka dapat menghentikan semua aksi mereka dengan menyerahkan diri kepada Pihak kepolisian

"Jika itu tidak dilakukan, maka sesuai perintah kepada kami, cari, kejar dan tangkap. Ini yang akan kami lakukan dan menimbulkan rasa aman untuk masyarakat," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved