Pemkab Jayapura

Ada Penolakan Kampung Adat, Ini Respons Pj Bupati Jayapura

Diketahui, penolakan kampung adat ini datang dari 6 kampung, di antaranya, Kampung Yokiwa, Babrongko, Simporo, Ayapo, Ifar Besar dan Yoboi.

Tribun-Papua.com/ Calvin
Pj Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo menerima sejumlah massa penolakan Kampung adat dari 6 Kampung di Kabupaten Jayapura depan Kantor Bupati Jayapura. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Terima sejumlah massa aksi penolakan kampung adat di halaman Kantor Bupati Jayapura, Selasa (24/1/2023), Pj Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo, mengakui sangat mengapresiasi aspirasi yang disampaikan.

Diketahui, penolakan kampung adat ini datang dari 6 kampung, di antaranya, Kampung Yokiwa, Babrongko, Simporo, Ayapo, Ifar Besar dan Yoboi.

Kata Triwano, perhatian pemerintah  terhadap kampung-kampung di Kabupaten Jayapura begitu besar.

"Yang dulu kita cerita membangun kampung, tetapi sekarang beda, kampung membangun. Nah dengan begitu, kita mau bikin baik, entah itu kampung dinas ataupun kampung adat. Ini semua dilakukan dengan mekanisme, serta tata cara maupun kajian-kajian yang dibuat," jelas Triwarno.

Triwarno menambahkan, masyarakat adat adalah warga negara Indonesia yang memiliki ciri khas tradisional berdasarkan sejarah adat maupun leluhur, dan hidup berdampingan di dalam hubungan yang harmonis.

Baca juga: Buka Rapat Kerja KONI Kabupaten Jayapura, Ini Pesan Penjabat Bupati Triwarno Purnomo

Namun hubungan tersebut juga bisa rusak karena uang.

"Hanya dengan satu-dua rupiah, semua itu bisa rusak," terangnya.

Maka itu, menurut dia, agar keharmonisan tetap terjaga, kampung adat dibentuk agar masyarakat dapat hidup sesuai budaya mereka sendiri dan menciptakan kemandirian.

Untuk itu terkait penolakan kampung adat, Triwarno belum bisa memberikan jawaban, sebab ada mekanisme maupu aturan yang berlaku.

"Sekali lagi saya mau sampaikan tidak bisa menjawab langsung. Namun ini akan menjadi bahan pertimbangan untuk dilihat kembali," ujarnya.

 Triwarno juga meminta agar masyarakat yang mau menyampaikan aspirasi bisa disampaikan secara langsung kepada dirinya dan tidak perlu melakukan aksi demonstrasi.

"Cukup datang dan sampaikan, dan saya akan perhatikan. Prinsipnya saya bersikap terbuka terhadap setiap aspirasi yang disampaikan, bukan hanya masalah hari ini untuk bubarkan kampung adat, tetapi semua persoalan yang ditampung silahkan sampaikan kepada saya," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved