Pemkab Jayapura
Dinas Pendidikan Jayapura Minta Orang Tua Waspada Teror Penculikan Anak
Para orang tua yang memiliki anak di jenjang PAUD, TK, dan SD, untuk dapat terus memberi perhatian terhadap anaknya.
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, Eqbert Kopeuw, meminta para orang tua harus terus waspada di tengah terror penculikan anak.
Menurut Eqbert, para orang tua yang memiliki anak di jenjang PAUD, TK, dan SD, untuk dapat terus memberi perhatian terhadap anaknya.
"Kita harus waspada, dan meminta kepada setiap anak, kalau belum dijemput oleh orang tuanya, maka tidak boleh mengikuti orang lain," kata Eqbert kepada Tribun-Papua.com, di Sentani, (27/1/2023).
Selain itu, Eqbert juga meminta para guru seluruh satuan pendidikan, baik itu PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan SMK untuk terus memberikan imbauan kepada peserta didik.
"Saya minta guru-guru harus lebih aktif dalam memantau anak murid pada saat masuk maupun pulag sekolah, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Sebelumnya, telah dikabarkan ada terjadi aksi penculikan anak Kota Sentani, tepatnya di Jalan arah Genyem-Sentani. Kamis, (26/01/2023) kemarin.
Baca juga: Marak Isu Penculikan Anak di Kota Sentani, Triwarno Purnomo: Ada yang Mencurigakan Segera Melapor!
Seorang anak laki - laki berinisial MNA (12) berhasil kabur dari pelaku yang mencoba menculiknya.
Menurut MNA, dia sempat dibawa ke dalam hutan sekitar di Jalan Genyem-Sentani.
Menyikapi hal tersebut, Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus WA Maclarimboen, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
Menurut Fredrickus, saat ini pihaknya sedang intensif melakukan pemeriksaan terhadap korban yang didampingi orang tuanya HA (36).
Fredrickus menjelaskan, sesuai keterangan, kejadian itu terjadi saat korban pulang pengajian.
"Jadi korban turun dari taksi di jalan Tabita Sentani, tiba - tiba ada orang yang datang dan memegang tangannya," jelasnya.
Baca juga: Isu Penculikan Anak Marak di Papua, Polisi: Masyarakat Jangan Khawatir Berlebihan!
Lanjut dia, MNA diajak untuk berjalan kaki dari jalan Tabita hingga pertigaan Genyem.
Setelah tiba, MNA ini langsung dibawa masuk ke dalam hutan sekitar daerah itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/sekolah_culik_anak.jpg)