Selasa, 14 April 2026

KKB Papua

Sosok Egianus Kogoya Serta Perbedaan OPM dan KKB Papua

Saat ini, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya menjadi kelompok yang paling eksis di antara pendahulunya.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
Komandan KKB di wilayah Kabupaten Nduga, Papua, Egianus Kogoya serta pasukannya. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Saat ini, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya menjadi kelompok yang paling eksis di antara pendahulunya.

Egianus diketahui sebelumnya berafiliasi dengan Oragnisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Goliath Tabuni di Kabupaten Puncak Jaya.

Kelompok Egianus Kogoya disebut sebagai kelompok KKB yang paling agresif menebar teror kepada aparat dan masyarakat di Nduga.

Baca juga: Pilot Susi Air Disandera KKB, Kapolda Papua: Egianus Kogoya, Setop Buat Aksi!

Dilansir dari laman Kompas.com, Kepala Operasi Damai Cartenz Kombes Faizal Ramadhani menyebut bahwa catatan kejahatan Egianus Kogoya dan kelompoknya dimulai pada Desember 2017.

"Saat itu mereka menyerang pekerja jembatan di Distrik Yigi, ada 1 pekerja tewas dan 1 anggota TNI terluka," kata Faizal di Mimika, Sabtu (11/2/2023).

Mengenai persenjataan, KKB pimpinan Egianus Kogoya diperkirakan memiliki cukup banyak senjata api hasil rampasan untuk melancarkan aksi-aksinya.

"Total ada 65 aksi kejahatan sejak Desember 2017 hingga awal 2023. Korbannya pun cukup banyak, total 46 orang tewas karena ulah mereka, 34 warga sipil dan 12 aparat keamanan," kata Faizal.

Sosok Egianus Kogoya dan kelompok KKB Papua yang dipimpinnya hingga kini jadi buronan aparat keamanan, baik polisi maupun TNI.

Lantas, apa hubungannya KKB dengan OPM?

Masyarakat mengenal OPM dan KKB Papua sebagai pelaku aksi separatis di Papua.

Namun tak jarang masyarakat kebingungan untuk mengenali apakah OPM dan KKB Papua adalah kelompok yang sama atau berbeda.

Baca juga: Pj Bupati Nduga Namia Gwijangge Minta Egianus Kogoya Serahkan Pilot Susi Air yang Disandera

Pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok separatis di Papua memang kerap dikaitkan dengan keberadaan mereka.

Hal ini karena teror yang dilakukan kelompok tersebut telah menimbulkan banyak korban baik dari penduduk sipil maupun militer.

Terbaru adalah penyerangan pesawat Susi Air yang hilang kontak sesaat setelah mereka mendarat di Bandara Udara Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Selasa (7/2/2023).

Dilansir dari Kompas.com (13/2/2023), pesawat dengan nomor registrasi PK-BVY itu diduga dibakar oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya sesaat mendarat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved