Rabu, 29 April 2026

Sosok

Belajar Otodidak, Guru SD di Merauke Manfaatkan Barang Bekas untuk Kerajinan

Kerajinan tangan tersebut, dibuat Raymond sapaan akrabnya sejak tahun 2006, saat itu dirinya belum mempunyai kesibukan apapun.

Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Syarif Jimar
Raymond Angelo Meteray. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Sharif Jimar

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE – Aneka kerajinan tangan terpampang di pojok teras rumah seorang guru sekolah dasar di Merauke.

Guru sekolah dasar tersebut yaitu Raymond Angelo Meteray.

Kerajinan tangan tersebut, dibuat Raymond sapaan akrabnya sejak tahun 2006, saat itu dirinya belum mempunyai kesibukan apapun.

Baca juga: Pemprov Papua Siap Pasarkan Komoditas Unggulan Daerah di KTT G20 Bali: Ada Kopi hingga Kerajinan

Menariknya, seluruh kerajinan yang dibuatnya berbahan dasar barang bekas seperti botol plastik, dan tempurung serta sabut kelapa kering dan bambu bekas.

“Saya ini bukan seniman asli hanya belajar otodidak begitu, 2006 saya belum ada kegiatan saya melihat ada bambu bekas dan kelapa kering jadi saya belajar belajar saja, saat itu belum tau youtube,” kata Raymond kepada Tribun-Papua.com di teras rumahnya, Kamis (23/2/2023).

Meski hanya menggunakan peralatan seadanya untuk menghasilkan kerajinan, namun beberapa karya yang dibuatnya pernah mendapat penghargaan saat mengikuti lomba, bahkan sempat meraih juara.

“Saya pakai manual saja, pisau cutter, gergaji besi dan amplas,” ucap Raymond.

"Biasanya orang bilang kalau secara otodidak itu hasilnya kasar, tapi saya tetap lakukan sesuai ide saya," tambah Raymond.

Saat itu, ketika baru memulai aktivitas membuat kerajinan dirinya terdorong berkat seorang pejabat di Merauke yang saat ini sudah wafat.

"Saat itu kita semangat karena mendapat dorongan dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, namun setelah wafat, sudah tidak ada lagi wadah untuk kita," ungkap Raymond.

Baca juga: Kaum Perempuan dari Suku Komoro Mimika Jual Kerajinan Tangan di KMAN VI Papua

Raymond mengatakan, ketika membuat kerajinan tangan, dia tidak ingin meniru persis sebuah kerajinan, tapi memberi sedikit sentuhan yang ada dalam idenya.

Dirinya mencontohkan replika hiasan kepala burung cenderawasih hasil karyanya saat anaknya mengikuti lomba fashion show beberapa waktu lalu.

Selain replika hiasan kepala burung cendrawasih, semua kebutuhan fashion show anaknya seperti Tifa, cawat gelang hiasan, dibuat sendiri dari bahan bekas.

"Ini cawat, saya buat dari karung beras yang tidak dgunakan kemudian saya bwri warna menyerupai cawat asli," tutur Raymond.

Satu di antara kerajinan tangan yang dihasilkan oleh Raymond Angelo Meteray.
Satu di antara kerajinan tangan yang dihasilkan oleh Raymond Angelo Meteray. (Tribun-Papua.com/Syarif Jimar)
Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved