Papua Terkini
Otsus Jalan Terbaik Untuk Masyarakat Adat, Mathius Awoitauw: Jangan Wariskan Konflik ke Anak Cucu
Menurut Mathius, melalui Otsus, masyarakat adat tidak lagi berteriak di jalan-jalan, untuk itu sudah saatnya mereka bersatu memperbaiki hidup.
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Pencetus Kampung Adat di Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw mengatakan Otonomi khusus (Otsus) merupakan jalan terbaik untuk masyarakat adat dalam mempertahankan jati diri mereka.
Menurut dia, melalui Otsus, masyarakat adat tidak lagi berteriak di jalan-jalan, untuk itu sudah saatnya mereka bersatu memperbaiki hidup.
"Kita jangan wariskan Konflik lagi ke anak cucu, tetapi harus mewariskan masa depan yang lebih baik untuk generasi Papua," kata Mathius kepada Tribun-Papua.com, di Sentani, Rabu (15/3/2023).
Baca juga: Ikut Workshop di Biak, Mathius Awoitauw Jelaskan Proses Pembentukan Kampung Adat di Jayapura
Saat ini, kata Mathius, masyarakat adat harus fokus mengerjakan masa depan mereka melalui pemetaan-pemetaan wilayah adat melalui dokumentasi yang mereka miliki.
Sehingga dalam kemajuan pembangunan, semua yang melekat dengan hak hidup masyarakat adat dapat memberikan dampak kesejahteraan.
"Wilayah adat di Sarmi merupakan tempat yang memiliki sejarah masa lalu dan potensi yang tidak bisa dianggap sepele," ujarnya.
Untuk itu masyarakat adat harus bersatu mendukung kerja-kerja pemerintah daerah dan para pihak lainnya untuk memperjuangkan dokumen pemetaan Wilayah adat.
Mantan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang, Badan Pertanahan Nasional Surya Tjandra menambahkan, pergerakan masyarakat adat di Sarmi kini mulai bangkit.
Baca juga: Soal Penolakan Kampung Adat, DPRD Jayapura Pastikan Tidak Buat Pansus
"Kebangkitan yang terjadi, membuat saya merinding, karena ada nilai-nilai budaya yang selama ini dipandang sebelah mata," ujarnya.
Untuk itu, dia berharap, Pemerintah Sarmi dan semua pihak dapat membantu masyarakat adat untuk meluruskan jalannya mencapai impian mereka.
"Bangsa kita penuh dengan keanekaragaman budaya, dan itu adalah kekayaan termahal yang kita miliki untuk mencapai kesejahteraan," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/16032023-kampung_adat.jpg)