Sabtu, 25 April 2026

Krisis Moneter, Kerusuhan Mei 1998, dan Lengsernya Soeharto setelah 32 Tahun Menjabat

Kerusuhan Mei 1998 diawali oleh krisis moneter dan mengakibatkan lengsernya Soeharto setelah 32 tahun menjabat sebagai Presiden RI.

(Kompas/Arbein Rambey)
Kerusuhan massa yang diwarnai aksi perusakan dan pembakaran bangunan dan kendaraan bermotor melanda Jakarta, Rabu (13/5/1998). Kerusuhan bermula dari kawasan di sekitar Kampus Trisakti, Jalan Daan Mogot, Jalan Kyai Tapa, Jalan S Parman. Menjelang sore aksi perusakan dan pembakaran meluas ke kawasan Bendungan Hilir, Kedoya, Jembatan Besi, Bandengan Selatan, Tubagus Angke, Semanan, Kosambi. Perusakan dan pembakaran tak terhindarkan, sehingga langit Jakarta menjadi kelabu penuh asap. 

Namun, kondisi tak kunjung membaik, bahkan justru semakin memburuk.

Akhirnya, kondisi ini melahirkan krisis kepercayaan di masyarakat Indonesia terhadap pemerintah.

Oleh sebab itu, masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, aktivis, politikus, hingga buruh, menuntut Soeharto meletakkan jabatannya.

Atas tuntutan tersebut, Soeharto menerima tekanan dari berbagai pihak.

Ia akhirnya mengumumkan mundur dari jabatan presiden Indonesia pada Kamis, 21 Mei 1998, di Istana Merdeka. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kerusuhan Mei 1998: Krisis Multisektor Menjelang Lengsernya Soeharto

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved