Opini
Sukses Jokowi dan Ganjalan di Papua
Rakyat yang sejahtera akan berpikir dua kali untuk merdeka. Dan ingat pemberontakan rakyat, dalam sejarah dunia, dimulai dari bibit kemiskinan.
Perpres No.121 Tahun 2022, 21 Oktober 2022 tentang pembentukan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) yang Ketuanya adalah Wakil Presiden, diharapkan dapat menjawab pertanyaan di atas, apa yang salah?
Secara organisasi ini menjawab salah satu aspek penting dalam hal otoritas mengendalikan pembangunan yang dinilai tak becus.
Wakil Presiden sebagai Ketua bukanlah hal yang bisa dianggap remeh.
Ini juga menunjukan kesungguhan pak Jokowi ingin ada perbaikan kerja dari cara lama yang dinilai tak berhasil.
Dengan upaya meningkatkan fungsi, koordinasi, sinkronisasi dan harmonisasi program pembangunan, masalah yang kita hadapi mendapatkan solusinya
Hanya saja diakui ataupun tidak, kita terjerat dengan Undang Undang No.21 Tahun 2001 tentang Otonomi khusus Papua.
Dalam UU ini mengamanatkan kewenangan program pembangunan diserahkan dan dikelola di daerah.
Kalau sekarang ada BP3OKP yang jelas jelas 'menarik kembali kewenangan Daerah kembali ke Pusat' dalam satu dan lain bentuk.
Timbul pertanyaan berikut, mengapa? Jawabannya seperti telah disinggung diatas adalah bentuk mencari jawaban terhadap pertanyaan "apa yang salah"
Maka terjadilah dualisme, (1) 'power' kembali ke tingkat organisasi teratas, dan (2) komando lapangan dalam hal 'operasional pembangunan dan anggaran' tetap dalam 'genggaman' daerah.
Namanya juga Otonomi Khusus. Tugas yang rumit bagi presiden mendatang.
Saya percaya selalu ada jalan keluar selama tidak ditumpangi pikiran sempit. Pak Jokowi telah membuktikan itu
Anyway, 'kekacauan' yang terjadi sekarang itu akibat dari latar belakang OTSUS yang menitikan beratkan pada faktor politik, bagaimana Papua tidak terlepas dari Indonesia.
Ingat 100 utusan Papua yang menghadap pak Habibi, presiden waktu itu? Mereka minta Papua Merdeka, yang akhirnya diberikan OTSUS
Di sisi lain kita diperhadapkan dengan nilai kemanusiaan, bagaimana membangun Rakyat Papua agar sejahtera.
Baca juga: YPMAK Dirikan Koperasi Konsumen di Distrik Jita Mimika, Barang yang Dijual Lebih Murah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Alex-Runggeary-Alumnus-AIM-Manila-1990-dan-ZOPP-Berlin-Jerman-1991.jpg)