Papua Terkini
TSUNAMI HIV-AIDS Melanda Papua, Ini Kata Pemerhati Kesehatan Samuel Pakage
Dikatakan, dengan meningkatnya grafik kasus HIV-AIDS di Tanah Papua, maka dibutuhkan keseriusan pemerintah dalam penanganan.
Penulis: Noel Iman Untung Wenda | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Noel Iman Untung Wenda
TRIUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Peringati hari HIV-AIDS se-dunia yang jatuh seriap 1 Desember harus menjadi refleksi bagi setiap provinsi dan kabupaten/kota, menyelesaikan kasus HIV-AIDS karena banyak masyarakat Papua yang meningal akibat penyakit tersebut.
"Tanah Papua sedang menghapi air bah kematian dengan ancaman HIV-AIDS. Ini menjadi satu di antara masalah kesehatan yang sangat mendesak saat ini, karena Tanah Papua sudah masuk dalam zona merah," kata pemerhati kesehatan, Samuel Pakage melalui pesan WhatsAppnya, kepada Tribun-Papua.com, Jumat (1/12/2023).
Baca juga: Aksi Tunggal Jurnalis Jayapura di Hari AIDS Sedunia, Ari Bagus Poernomo: Odha Adalah Keluarga
Dikatakan, dengan meningkatnya grafik kasus HIV-AIDS di Tanah Papua, maka dibutuhkan keseriusan pemerintah dalam penanganan.
"Grafik kasus HIV-AIDS meningkat secara tajam tersebut, apakah akibat lemahnya kerangka kebijakan pemerintah daerah dan sampai sejauh mana dampak dari kebijakan tersebut," ujarnya mempertanyakan kinerja pemda setempat.
"Ini menjadi PR serius bagi Pemda. Apabila kita ikuti perkembangan secara global, ada beberapa negara sangat sukses menurunkan tingkat kasus HIV-AIDS," sambungnya.
Kata Samuel Pakage, sagaimana negara-negara tersebut bisa berhasil menurunkan tingkat kasus HIV-AIDS masa lalu dan saat ini.
"Apakah sistem yang mereka bangun sangat efektif, bagaimana mengukur efektivitas, isu etika apa yang muncul dalam kebijakan tersebut ini Pertanyaan pertanyaan mendasar yang menjadi keseriusan Pemererintah," ujarnya.
Baca juga: Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Jayapura Tembus 4.682 orang: Memprihatinkan!
Sekain itu, kata Samuel Pakage, model atau sistem yang dibangun di negara-negara berhasil tersebut, bisa diadopsi di Tanah Papua.
Salah satu contoh, kata Samuel Pakage, program nasional penanganan HIV/AIDS yang sangat sukses di dunia adalah negara Kuba, dunia internasional mengakui dan sempat mendapat penghargaan dari WHO.
"Negara Kuba telah mencapai satu prestasi terbesar bagi kesehatan masyarakat dalam menanggulangi HIV-AIDS,” katanya.
Selain itu, dr Carrisa Etienne, dari organisasi Pan American Health Organization yang bekerja sama dengan WHO mengatakan, prestasi Kuba hari ini memberi inspirasi bagi negara-negara lain untuk meningkatkan upaya menghapus penularan HIV dan sifilis dari ibu ke anak.
Baca juga: MAHASISWA PAPUA dan Ancaman Kematian HIV-AIDS, Ini Penjelasan Marinus Yaung
"Sistem penanganan yang dibangun negara Kuba sangat efektif menurunkan kasus HIV-AIDS,” tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/02122023-Aids.jpg)