Minggu, 19 April 2026

Info Jayapura

Hana Hikoyabi: Upacara Perdamaian di Kampung Kwansu Jayapura Segera Digelar

Daud Bano menjadi korban pembacokan oleh Sertu Azdar seorang anggota TNI Angkatan Darat yang bertugas di Koramil Nimboran pada 1 Januari 2024.

|
Tribun-Papua.com/Putri Kurita
Ketua Dewan Adat Daerah Grime Nawa, Zadrak Wamebu (kiri) saat menyerahkan pernyataan Dewan Adat Daerah Grime Nawa kepada Penjabat Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo di Balai Adat Kwansu, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Sekertaris Daerah Kabupaten Jayapura, Hana Hikoyabi mengungkapkan Pemkab Jayapura akan melakukan pembayaran kepala warga Kampung Kwansu yang meninggal di 1 Januari 2024 lalu.

Pembayaran tersebut akan digelar  dalam upacara perdamaian di Kampung Kwansu, Distrik Kemtuk.

Hana menjelaskan hal itu merupakan tanggung jawab Pemkab Jayapura untuk menjawab tuntutan masyarakat terkait pembayaran kepala almarhum Daud Bano warga dari Kampung Kwansu.

Baca juga: Konflik Besum Jayapura Diselesaikan Secara Adat, Seblon Dwaa: Jangan Ada Lagi Api, Ayo Jadi Penyejuk

Daud Bano menjadi korban pembacokan oleh Sertu Azdar seorang anggota TNI Angkatan Darat yang bertugas di Koramil Nimboran pada 1 Januari 2024 hingga meninggal dunia.

Akibat kejadian itu terjadi kericuhan di Kampung Karya Bumi hingga ratusan warga mengungsi ke Distrik Nombokrang.

BALIK KE RUMAH - Ratusan warga Kampung Karya Bumi, Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura yang selama beberapa hari mengungsi, kini Kembali ke rumah masing-masing menggunakan armada milik kepolisian.
BALIK KE RUMAH - Ratusan warga Kampung Karya Bumi, Distrik Namblong, Kabupaten Jayapura yang selama beberapa hari mengungsi, kini Kembali ke rumah masing-masing menggunakan armada milik kepolisian. (Tribun-Papua.com)

"Terkait masyarakat yang ada di Besum ini jadi kesalahan yang dibuat oleh perangkat (prajurit TNI) dibawahnya (yang akan) di tanggung jawab oleh Bupati Jayapura karena ini menjadi  tanggung jawab pemerintah (jadi kami) mau bayar kepala diserahkan uangnya," ujarnya.

Hana mengatakan kemarin ia telah memfasilitasi masyarakat untuk bertemu Penjabat Bupati. Ia meminta masyarakat untuk menyiapkan nilai pembayaran kepala dan kapan waktu pelaksanaan upacara perdamaian.

Baca juga: Sikapi Kericuhan di Namblong Jayapura, Seblon Dwaa: Saya Hadir Meredam Situasi saat Insiden Terjadi

"Itu yang yang sudah saya fasilitasi masyarakat untuk bertemu Pj bicara besaran kapan dilakukan, semuanya disiapkan, saya sudah koordinasi kemarin sampai jam 5 sore untuk kedamaian di Besum," ujarnya.

Namun, kata Hana, masyarakat belum bertemu dengan Penjabat Bupati Jayapura karena kondisi yang sedang sakit.

"Pj masih sakit flu berat. Kita lakukan koordinasi terus harap dalam waktu dekat bisa terjadi bicara waktu damai dengan masyarakat," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved