Senin, 25 Mei 2026

Kesehatan

FAKTA Daun Bungkus Papua

Fakta daun bungkus Papua di tempat asalnya, perilaku seksual para pria dihubungkan dengan nilai maskulinitas.

Tayang:
Penulis: Roy Ratumakin | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
Daun bungkus Papua ini sangat populer untuk segelintir orang, bahkan diyakini dapat memperbesar organ intim pria secara permanen. 

4. Berisiko Membuat Penis Melepuh

Pembungkusan oleh daun tiga jari ini dilakukan sampai alat kelamin terasa panas dan ketika sudah terasa sangat panas, maka bungkus harus segera dilepas.

Keterlambatan melepas bungkus akan berisiko membuat alat kelamin melepuh serta risiko mengubah bentuk alat kelamin.

Faktanya, daun bungkus papua jika digunakan dengan sembarangan, dampak jangka panjangnya dapat merusak alat kelamin akibat infeksi atau peradangan.

Setelah pembungkusan, pria yang membungkus penisnya dengan daun tiga jari juga tidak diperbolehkan mandi selama tiga hari.

Ini bertujuan untuk menghindari risiko yang timbul akibat reaksi ramuan terhadap kulit seperti membuat penis melepuh.

Reaksi yang ditimbulkan dari daun bungkus papua yang membuatkan penis membengkak sebetulnya disebut dalam dunia medis sebagai edema.

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari Mayo Clinic, edema sendiri disebabkan oleh pembengkakan karena kelebihan cairan yang terperangkap di jaringan tubuh.

Edema dapat disebabkan oleh mengaplikasikan daun bungkus papua yang akhirnya dalam jangka panjang bisa menyebabkan penyakit gagal jantung kongestif, penyakit ginjal atau sirosis hati.

Tanda-tanda edema meliputi:

  • Pembengkakan pada jaringan tepat di bawah kulit penis
  • Kulit mengkerut atau tampak jauh lebih mengkilap
  • Kulit yang membentuk seperti lubang ketika ditekan dalam beberapa detik dan sulit untuk kembali seperti semula.

Nah, jika pria mengalami gejala seperti di atas perlu berkonsultasi ke dokter.

Terlebih lagi ketika gejala semakin memburuk, seperti keluar nanah dan rasa terbakar. (*)

Sumber: Tribun Papua
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved