Sabtu, 18 April 2026

Pemilu 2024

Faktor Jokowi Dinilai jadi Penentu Kemenangan Pilpres 2024, Begini Hasil "Exit Poll" Litbang Kompas

Perubahan proporsi dukungan pemilih pada ketiga pasangan capres yang ditandai oleh pengaruh faktor ”Jokowi” menjadi semakin nyata.

Penulis: Lidya Salmah | Editor: Lidya Salmah
Tribun-Papua.com/ Noel
Warga saat melakukan pelaksanaan pencoblosan yang berlangsung di Perumnas 3 waena Kelurahan yabansai distrik Heram, Rabu, (14/2/2024). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAKARTA - Hasil exit poll Litbang Kompas yang menunjukkan bahwa mayoritas pendukung Joko Widodo pada Pilpres 2019 kini mendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, yang unggul dalam sejumlah hitung cepat.

Rupanya, sosok Presiden Jokowi dinilai turut menentukan hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 bila melihat dinamika politik menjelang pemilu. 

"Perubahan proporsi dukungan pemilih pada ketiga pasangan capres yang ditandai oleh pengaruh faktor ”Jokowi” menjadi semakin nyata tatkala ditelusuri dari jalannya dinamika politik pemilu yang kian mendekat," tulis peneliti senior Litbang Kompas Bestian Nainggolan dalam analisisnya di laman Kompas.id, Kamis (15/2/2024).

Baca juga: Pasca-pencoblosan, 9 Daerah di Wilayah Operasi Damai Cartenz Aman dari Gangguan KKB dan KKP

Bestian menuturkan, kehadiran Jokowi di berbagai daerah belakangan ini kerap dilekatkan dengan tudingan keberpihakan kepada salah satu pasangan kandidat.

Hal itulah yang memunculkan narasi yang mempersoalkan netralitas Jokowi, baik dari sisi legalitas hukum dan tataran etik.

"Dalam pandangan publik, kehadiran Presiden dalam berbagai aktivitas kunjungan kerjanya pada masa kampanye pemilu tidak lepas dari perdebatan," tulis Bestian.

Pengaruh Jokowi dalam kontestasi juga tampak dalam sorotan pembagian bantuan sosial pemerintah kepada masyarakat.

"Kendati bansos menjadi program pemerintahan Jokowi, dalam momen pemilu, banyak kalangan menganggap program tersebut sebagai bagian dari upaya Presiden menarik simpati politik publik," tulis Bestian.

"Beragam manifestasi politik di atas semakin menguatkan adanya pengaruh faktor ”Jokowi” yang menggerus persaingan politik saat puncak pemungutan suara pemilu," imbuh dia.

Baca juga: Pelanggaran Netralitas ASN Kedua Terbesar Setelah Etik, Ini Kata Bawaslu RI

Secara statistik, faktor-faktor di atas juga dinilai mempengaruhi pergeseran proporsi pendukung Jokowi pada Pilpres 2019 lalu kepada kandidat pada Pilpres 2024.

Menurut hasil survei, mayoritas pemilih Jokowi kini mendukung pasangan Prabowo-Gibran.

"Hasil survei pascapencoblosan kali ini menunjukkan, 53,5 persen yang menjadi pemilih Jokowi, kali ini menjatuhkan pilihannya kepada Prabowo-Gibran," kata Bestian.

Padahal, pada survei periode 29 November-4 Desember 2024, dukungan pemilih Jokowi kepada Prabowo-Gibran masih sebesar 40,7 persen.

"Artinya, dalam waktu dua bulan, Prabowo-Gibran mampu meningkatkan dukungan hingga separuh bagian dari proporsi elektabilitas semula," tulis Bestian.

Di sisi lain, Prabowo-Gibran juga mendapat surplus dukungan dari pemilih yang pada Pilpres 2019 lalu mencoblos Prabowo.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved